Bom A&W Bukti Intelijen Kecolongan
Minggu, 12 Nov 2006 08:48 WIB
Jakarta - Intelijen kecolongan lagi. Itulah ungkapan beberapa pihak terkait ledakan bom di restoran cepat saji A&W di Plasa Kramatjati Indah Jakarta Timur."Apa kerjaan intelijen kok bisa kecolongan lagi," cetus Wakil Ketua Komisi I Tosari Wijaya dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (12/11/2006).Menurut dia, meski bom yang meledak itu termasuk low explosive, namun dampak politis yang ditimbulkan sangat besar. Hal itu mengindikasikan Indonesia bukanlah negara yang aman."Ini yang meledakkan kan bukan orang profesional. Yang tidak profesional saja tidak terdeteksi, apalagi yang profesional. Kemampuan mereka harus ditingkatkanlah baik Presiden Bush mau datang atau tidak," imbuh Tosari.Tapi aparat menolak kalau kecolongan? "Sekarang buktikan dulu, lha wong banyak dar dor di mana-mana kok masih bilang tidak kecolongan," tambahnya.Menurut Tosari, sudah saatnya intelijen meningkatkan profesionalisme. Bahkan kalau mungkin belajar dari negara lain, dia pun mempersilakan. "Kalau anggaran kurang, ya nanti dibiayai. Tapi harus buktikan dulu bahwa dana yang ada betul-betul efisien," tandasnya.
(nvt/nvt)











































