Dino: Persiapan Pengamanan Bush Sudah Sejak Lama

Dino: Persiapan Pengamanan Bush Sudah Sejak Lama

- detikNews
Sabtu, 11 Nov 2006 22:39 WIB
Jakarta - Beberapa kalangan menilai pemerintah RI terburu-buru dalam mempersiapkan pengamanan kedatangan Presiden AS George Bush ke Indonesia. Pemerintah pun menyangkal keras."Sebenarnya kita sudah menyiapkan semuanya sudah lama. Tapi standar pengamanan pemerintah memang mengumumkan dua minggu sebelum kedatangan tamu negara," ujar juru bicara kepresidenan bidang luar negeri Dino Pati Djalal.Hal itu disampaikan dia dalam diskusi bertajuk 'Dibalik Kunjungan Bush ke Indonesia' di sebuah cafe di Jl Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/11/2006).Meski demikian, Dino mengakui pengamanan untuk Bush berlebih mengingat Bush adalah kepala negara yang potensi ancaman kemananannya tinggi.Apakah pengamanan Bush juklaknya sama seperti kunjungan SBY ke negara lain?"Ada standar tamu datang kesini, paspampres grup c yang dampingi bapak dan ibu. Tapi ada yang dibuat karena ada potensi ancaman. Kunjungan Singapur beda dengan Bush, sehingga Bush lebih dari standar. AS pengamanannya memang lebih," jelas Dino.Indonesia juga memperoleh kompensasi dari kunjungan Bush ke Indonesia. Senat Amerika memberikan bantuan hibah sebesar US$ 55 juta untuk penanganan demokrasi anti korupsi, dan masih banyak lagi yang akan diberikan. Namun hal itu baru akan diumumkan setelah pertemuan SBY dengan Bush.Dino juga mengatakan bahwa akan banyak investor yang melirik investasi di Bogor."Kunjungan memang singkat tapi semua mata tertuju ke sana. Semua saluran televisi, ada CNN, BBC, melihat ke bogor. Semua investor dari seluruh dunia akan melihat ke Bogor. Jadi Walikota Bogor, buatkan wajah Bogor yang sebenarnya," pesan dia.Dalam pertemuan dengan Bush, SBY tidak akan membicarakan masalah keamanan, khususnya teroris. Yang menjadi topik pembicaraan adalah masalah pendidikan, kesehatan, teknologi, energi, early warning system, dan perdamaian di Timur Tengah."Presiden akan menekankan pada pembentukan negara Palestina," tandasnya. (nik/nvt)


Berita Terkait