Jelang Rampimnas, Golkar DIY Desak Tarik Menteri dari Kabinet
Sabtu, 11 Nov 2006 21:16 WIB
Yogyakarta -
Rapimnas Partai Golkar akan digelar 13-16 November. Menjelang kegiatan itu, DPD Partai Golkar DIY mendesak agar para menteri dari Golkar ditarik dari Kabinet Indonesia Bersatu.Alasan mencabut dukungan karena pemerintahan Presiden SBY telah meninggalkan Partai Golkar. Bahkan SBY dinilai tidak menganggap Partai Golkar sebagai penyokong utama pemerintahan. Saat mendukung pemerintahan, Golkar bahkan mengalami banyak kerugian."Kami yang ada di daerah menghendaki Golkar untuk mencabut dukungan kepada pemerintah. Sebab sudah tak gunanya lagi, kami banyak rugi ketika berhadapan dengan rakyat," kata ketua DPD Partai Golkar DIY, Gandung Pardiman ketiak dihubungi detikcom, Sabtu (11/11/2006).Dia mengatakan selain mencabut dukungan terhadap pemerintah, para menteri yang berasal dari Golkar harus segera ditarik. Sebab keberadaan mereka, hanya akan menjadi tameng bagi SBY pada setiap kebijakan yang dibuatnya."Kalau tiga menteri dari Golkar itu ditarik, kita juga rugi, justru untung karena tidak akan dijadikan tameng pemerintah lagi," imbuh Gandung.Menurut dia, pembentukan Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Reformasi (UKP3R) adalah salah satu pemicu dan puncak kekecewaan. Meski demikian, sebelumnya Partai Golkar sudah sering merasa ditinggalkan oleh kebijakan-kebijakan yang diambil presiden."Saat ini adalah momen yang paling baik bagi Golkar untuk mencabut dukungan terhadap pemerintah. Golkar sudah merasa ditinggalkan," tegas Gandung.Dia mengatakan bila Sekjen DPP Golkar menyatakan desakan agar Golkar mencabut dukungan terhadap pemerintahan dianggap sebagai pernyataan pribadi."Hal itu bukan mengada-ada atau dicari-cari, namun riil tuntutan kader Golkar ditingkat bawah," tandas Gandung.
(bgs/nvt)










































