Soal UKP3R
JK Terkesan Marah Tapi Legowo
Sabtu, 11 Nov 2006 18:03 WIB
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla dinilai tidak legowo lantaran menyatakan tak berhak menjawab setuju atau tidak soal Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Reformasi (UKP3R). Namun penilaian itu ditampik. Itu hanya 'bawaan' JK semata-mata. Maksudnya?"Masak sih (tidak legowo). JK itu kan orang Makassar. Mau bilang yang benar juga terkesan marah. Sama kayak orang Medan. Pak SBY walaupun senyum tapi bahasanya bisa marah," ujar Ketua DPP Partai Golkar Burhanuddin Napitupulu yang berdarah Medan, Sumut ini.Hal ini disampaikan dia usai acara diskusi di Timebreak Cafe, Plaza Semanggi, Jakarta, Sabtu (11/11/2006) yang bertajuk "Mau apa dan mau ke mana Golkar?""Memang perlu Pak JK itu, ya sudahlah kita turunkan (gaya bahasa). Ini kan di Pulau Jawa, supaya berbahasanya diperhalus," seloroh Burhanuddin.Dia pun memastikan JK sudah legowo. Apalagi UKP3R bertanggung jawab kepada presiden dan wapres."Yang ditakuti dulu itu kan UKP3R langsung membuat keputusan. Tapi kan ternyata hanya bersikap support kepada presiden dan wapres," kata Burhanuddin.Dijelaskan dia, masalah UKP3R sudah ada penjelasan dari Presiden SBY bahwa tidak seperti wujud semula."Bagi Golkar itu sangat terima kasih. Artinya yang tadinya kita anggap bisa menimbulkan duplikasi atau overlap, ternyata tidak. Fungsi UKP3R itu membantu presiden, it's ok. Oleh karena itu salah satu jalan yang paling ideal menurut kami adalah segera menyelesaikan UU tentang Badan Penasihat Presiden. Dari segi kultur, Golkar tidak pernah berpikir menjadi oposisi," pungkas Burhanuddin.
(sss/umi)











































