Makhluk Penunggu Istana Bogor Tolak Bush

Makhluk Penunggu Istana Bogor Tolak Bush

- detikNews
Sabtu, 11 Nov 2006 17:05 WIB
Bogor - Penolakan terhadap kunjungan Presiden AS George W Bush ke Indonesia tidak hanya dilakukan kelompok masyarakat saja, makhluk halus pun tidak mau ketinggalan. Makhluk penunggu Istana Bogor kabarnya juga tidak senang dengan kehadiran Bush.Ketidaksenangan penunggu Istana Bogor dengan tamu dari Amerika itu disampaikan Ki Gendeng Pamungkas saat ditemui wartawan di Tugu Kujang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/11/2006).Ki Gendeng mengaku tahu hal itu setelah mengadakan dialog spiritual dengan para makhluk halus tersebut."Dari dialog diketahui ada penolakan keras. 'Penjaga' Istana (Bogor) tidak terima," tegasnya.Sayangnya, Ki Gendeng tidak mengungkapkan, reaksi apa yang akan dilakukan para makhluk halus tersebut terhadap Bush.Ki Gendeng sendiri berniat menyantet Bush dengan ilmu voodoo supaya Bush tidak betah di Bogor.Di sekitar Tugu Kujang saat ini dibentangkan spanduk hitam bertuliskan dengan gambar tengkorak yaang diapit dua pedang dengan tulisan Front Pribumi Merdeka bagi Bangsa Sendiri. Di spanduk itu juga ditulisi kalimat, "Semoga Bush kesurupan dan kena santet".Untuk mencari dukungan, Ki Gendeng merelakan mobil Toyota Yaris yang baru dibelinya Sabtu pagi ini untuk ditandatangani para pendukung. Bodi mobil berwarna hitam itu kini nyaris dipenuhi tanda tangan pendukung. Tanda tangan juga dibubuhkan di ban mobil tersebut. Mobil itu rencananya akan diletakkan di depan pintu gerbang Istana Bogor.Di Tugu Kujang, Ki Gendeng juga menyempatkan diri membakar kemenyan yang baunya menyengat. Dia juga menyilet tangannya dan menghisap darahnya yang mengucur di atas kemenyan.Kapolwil Bogor Kombes Pol Sukwaradi Dahlan sempat menemui Ki Gendeng dan meminta doa supaya kedatangan Bush berjalan lancar. Dimintai doanya, Ki Gendeng hanya mengangguk-ngangguk sambil berkali-kali menyebut kata-kata "Amin".Soal santet yang akan dilancarkan Ki Gendeng, dia menolak berkomentar. "Saya tidak tahu, nggak mau ikut-ikutanlah," ujarnya. (umi/sss)


Berita Terkait