2.000 Prajurit TNI Amankan Rumah Kosong Saat Pilkada NAD
Sabtu, 11 Nov 2006 12:05 WIB
Magelang - Masalah keamanan masih menjadi perhatian menjelang Pilkada NAD 11 Desember 2006. TNI AD pun akan mengirimkan 2.000 prajurit untuk mengamankan pemukiman yang ditinggal pemilih pada hari H."Dalam rapat, Kapolda NAD tetap minta pada kita, dibutuhkan 2.000 personel pengamanan untuk Pilkada NAD," kata Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Supiadin AS di Markas Akademi Militer (Akmil) TNI AD Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (11/11/2006).Diterangkan dia, pengamanan yang akan dilakukan TNI tidak berupa pengamanan langsung, tapi penanganan yang sifatnya deterrence (penangkal). Jadi pengamanan tidak dilakukan di tempat-tempat kampanye maupun pemungutan suara."Kita bantu pengamanan pemukiman yang ditinggal pemilih pada hari H. Kita siaga di titik-titik tertentu. Ada 5 daerah, yaitu Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie, Bireun, dan Aceh Besar," urainya.Supiadin beralasan 5 wilayah tersebut memerlukan perhatian lebih karena jumlah pemilihnya lebih dari 50 persen. Sementara untuk memenangkan Pilkada NAD hanya dibutuhkan 25 persen plus satu suara."Jadi kalau bisa menguasai 5 daerah ini, ya sudah, menang," jelasnya.Dituturkan dia, selama proses seleksi calon gubernur di Aceh sudah berlangsung cukup bagus. Meski pada awalnya khawatir ada insiden terkait beberapa calon dari GAM yang tidak lolos seleksi, tapi kekhawatiran itu hilang karena mereka melakukan komplain sesuai jalur hukum."Kami tidak mempermasalahkan Pilkada NAD nanti apakah GAM atau bukan yang menang. Yang penting, siapapun yang menang harus memenuhi 3 kriteria, yakni komitmen yang kuat pada NKRI, kemakmuran rakyat Aceh, dan menjamin perdamaian di Aceh tetap terjaga," pungkas Supiadin.
(sss/umi)











































