Demo Tolak Bush ke Indonesia Wajar-wajar Saja
Sabtu, 11 Nov 2006 01:41 WIB
Washington DC - Heboh rencana kunjungan Presiden Amerika Serikat George W Bush ke Indonesia mengusik perhatian Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Sudjanan Parnohadiningrat. Menurutnya, berbagai reaksi pro dan kontra masyarakat terhadap rencana kunjungan itu wajar-wajar saja.Namun ia menekankan kunjung mengunjung antar dua Negara yang memiliki kepentingan yang sama seperti Indonesia dan Amerika merupakan hal yang positif."Seyogyanya tidak hanya dipandang sebagai presiden Bush-nya saja, tetapi lebih pada negaranya. Kita lihat dari konstelasi dalam hubungan antar bangsa menuju suatu perubahan ke arah kedekatan (kepentingan bilateral)," ujar Sudjanan kepada para wartawan setelah memberikan ceramah di National Press Club di Washington DC Kamis sore [9/11] atau Jumat pagi waktu Indonesia.Seperti yang dilaporkan wartawan detikcom di Amerika Serikat, Endang Isnaini Saptorini, Jumat (10/11/2006).Sudjono juga mengatakan, agenda terpenting kunjugan Presiden Bush ke Indonesia adalah untuk meningkatkan kerjasama di bidang sosial ekonomi dan pembangunan. "Kunjungan ini bukan merupakan kunjungan balasan dari kedatangan Wapres Jussuf Kalla beberapa waktu yang lalu. Melainkan agenda terpisah yang dibuat tersendiri berdasarkan kepentingan bilateral", imbuhnya.Menanggapi kemenangan Partai Demokrat atas Republik pada pemilihan anggota House of Representative (DPR) di Amerika Serikat Selasa 7 November lalu, lebih lanjut Sudjanan mengungkapkan perubahan ini tidak terlalu banyak mempengaruhi hubungan bilateral antara RI dan Amerika Serikat. Perubahan yang dianggap paling berpengaruh adalah perhatian terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) yang akan lebih terfokus dibandingkan pada saat Partai Republik berkuasa di Negara Paman Sam ini. Hal ini dirasakan hampir sama dengan kondisi di Negara RI, yang saat ini juga sedang didaulat warga dunia untuk menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, menjadi anggota ECOSOC sekaligus menjadi Anggota Komisi Hak Asasi Manusia di Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang juga menghendaki adanya perhatian dan perlindungan lebih kepada Hak-hak Asasi Manusia.Muslim AmerikaKetika ditanya lebih lanjut mengenai terpilihnya Keith Ellison, muslim Amerika pertama yang terpilih sebagai anggota DPR, Sudjono mengatakan hal ini merupakan suatu kesempatan muslim Indonesia untuk belajar. "Keith adalah Anggota Dewan yang terpilih. Dia seorang Muslim yang berkebangsaan Amerika dengan perspektif Islam di Amerika. Kita bisa belajar banyak dari pemikiran Keith dan menjadi referensi untuk memperkuat kesatuan antarumat Islam di Indonesia sekaligus menjadi acuan bagi orang beragama Islam di Amerika," paparnya.Menurut rencana, Dubes RI yang berkedudukan di Washington DC ini akan membangun mesjid bersama masyarakat Indonesia yang tinggal di Amerika Serikat. "Mesjid yang akan dibangun ini adalah usaha independen masyarakat muslim Indonesia yang tinggal di Washington DC. Dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan kunjungan Presiden Bush ke Indonesia," demikian ungkap Sudjono.
(eis/ahm)











































