Jakarta Raih Penghargaan IPM 2006
Sabtu, 11 Nov 2006 00:53 WIB
Jakarta - Siapa bilang Jakarta tempat yang tak nyaman untuk hidup. Meski macet, panas, biaya hidup mahal, dan angka kriminalitas tergolong tinggi, Jakarta tetap terpilih untuk memegang predikat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2006 pada posisi paling puncak."Jadi, Surabaya atau Medan yang mempunyai pertumbuhan ekonomi tinggi tidak meraih IPM bagus. Itu karena hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata," kata Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Aburizal Bakriehal itu dikatakan Aburizal usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerahkan penghargaan IPM 2006 ke Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, di Hotel Millenium Jakarta, Jumat (10/11/2006).IPM merupakan angka penilaian untuk pembangunan ekonomi suatu daerah yang tetap memperhatikan aspek harapan hidup (termasuk sosial dan lingkungan), persoalan pendidikan dan kemampuan daya beli masyarakat. DKI yang memperoleh point 76,1 hanya terpaut sedikit dari Kabupaten Sleman (73,5) Yogyakarta."Penghargaan ini sebagai pertanda bahwa pembangunan ke depan tidak lagi menitik beratkan pada ekonomi semata melainkan pada persoalan lingkungan, sosial, pendidikan, kesehatan yang berakhir pada pembangunan manusianya," tambah Ical - sapaan akrab Aburizal.Selain menyerahkan penghargaan IPM 2006, Presiden juga menyempatkan diri untuk menganugerahkan penghargaan prakarsa pembangunan kepada enam daerah yang dinialai berhasil dalam mempromosikan pembangunan di daerahnya. Keenam daerah itu adalah Provinsi Sulawesi Selatan, Kota Blitar, Kabupaten Payakumbuh, Kabupaten Nabire, dan Kabupaten Toba Samosir.
(Ari/ahm)











































