Polisi Amankan TKW di Bawah Umur Asal Sumsel dan Lampung

Polisi Amankan TKW di Bawah Umur Asal Sumsel dan Lampung

- detikNews
Jumat, 10 Nov 2006 19:43 WIB
Pekanbaru - Sebanayak 83 tenaga kerja wanita (TKW) asal Sumatera Selatan dan Lampung diamankan pihak Polsek Tenayan, Pekanbaru. Kedatangan mereka dianggap tidak melalui prosedur yang benar dan masih di bawah umur. Kapolsek Tenaya Raya, Iptu Ardinal Efendi mengungkapkan hal itu saat dihubungi detikcom, Jumat (10/11/2006) di Pekanbaru. Dia menjelaskan, dari 83 TKW ini, 24 orang di antaranya masih di bawah umur. Kedatangan mereka dengan tujuan ke Yayasan Budi Mulai di Jalan Bambu Kuning, Pekanbaru ini dianggap tidak melalui prosedur yang berlaku."Kesalahan pihak yayasan tentulah, mereka menampung tenaga kerja yang masih di bawah umur. Selain itu, kedatangan TKW melanggar Perda Kependudukan Pekanbaru, di mana pendatang wajib lapor," kata Ardinal.Untuk sementara ini, lanjutnya, pihak kepolisian tengah memeriksa tiga orang dari pihak yayasan. Dari pengakuan para TKW, mereka akan dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga di Pekanbaru."Calon TKW ini mengaku akan diberi gaji Rp 400 ribu/bulan sebagai PRT di Pekanbaru. Namun gaji mereka akan kembali dipotong pihak yayasan sebanyak Rp 50 ribu selama masa kontrak 3 tahun," terang Kapolsek.Kapolsek Tenaya Raya menjelaskan, para TKW ini datang dengan menggunakan 3 unit mini bus. Mereka berasal dari dua provinsi tetangga Sumsel dan Lampung. Mereka merupakan warga yang bersal dari sejumlah pelosok desa yang dijanjikan akan dipekerjakan sebagai PRT di Pekanbaru.Pengakuan TKW, lanjut Ardinal, mereka telah mendapat persetujuan dari orangtua mereka masing-masing. Namun yang menjadi persoalan, selain di bawah umur, mereka juga tidak pernah dilatih untuk menjadi PRT."Kita juga tengah mengembangkan masalah ini untuk mencari tahu siapa orang-orang yang terlibat untuk merekrut tenaga kerja di bawah umur ini," kata Ardinal.Ketika ditanyakan apakah para TKW ini akan dipekerjakan sebagai wanita penghibur, Kapolsek menjelaskan, pihaknya berjanji mengembangkan masalah tersebut."Kita masih mengembangkan keterkaitan akan dipekerjakan sebagai wanita penghibur. Karena itu kita butuh mengumpulkan berbagai informasi tentang kehadiran TKW ke Pekanbaru ini," terang Ardinal. (cha/ahm)


Berita Terkait