Timnas Lumpur Belum Bisa Tangani Tanggul Jebol di Siring
Jumat, 10 Nov 2006 16:32 WIB
Sidoarjo -
Hingga kini tanggul penahan lumpur utama yang jebol di sebelah barat semburan lumpur Lapindo Brantas Inc, Porong, Sidoarjo, belum bisa ditangani Tim Nasional Penanggulangan Lumpur. Kemungkinan baru malam ini akan dilakukan penutupan."Untuk penutupan kemungkinan baru akan dilakukan pada malam hari, karena menunggu mengecilnya semburan lumpur," kata Ketua Tim Nasional Penanggulangan Lumpur, Basuki Hadimuljo, yang ditemui wartawan di tanggul Desa Kedungbendo, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (10/11/2006).Dijelaskan Basuki, tanggul yang jebol itu akan ditutup dengan menggunakan sandbag atau pasir yang dimasukan ke dalam karung dan sirtu (pasir dan batu). Tanggul yang jebol itu berdiameter antara 3 sampai 4 meter akan ditutup sandbag, dilanjutkan menutupnya dengan sirtu agar mengurangi lumpur yang tumpah ke kolam penampungan di Desa Siring.Basuki menambahkan, jebolnya tanggul utama yang saat ini tinggi mencapai 18 meter itu dikarenakan penurunan tanah di sekitar semburan lumpur. "Hal ini menyebabkan tanggul bergeser," ujar Basuki lagi. Menurut Basuki, penurunan tanah ini terus terjadi. Bahkan, pada bulan September 2006 lalu penurunan tanah sekitar 3 meter. Namun untuk kali ini, dirinya belum bisa memastikan kedalaman penurunan tanah tersebut. Sementara guna mengatasi terkikisnya tanggul akibat air lumpur yang meluap, Timnas Penanggulangan Lumpur akan menyemprotkan cairan TX-88, agar tanggul semakin kuat dan tidak mudah terkikis air. Saat ini air lumpur tetap terus mengalir walau tidak dalam jumlah yang besar. Basuki menjelaskan, untuk mengatasi melubernya lumpur ke kolam penampungan di Desa Siring, saat ini Timnas juga tengah meninggikan tanggul yang berada di jalan Tol di KM 37 sampai KM 38. Tanggul itu ditinggikan sekitar 1 meter agar bisa mengantisipasi air meluap ke jalan tol.
(zal/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































