SBY: Pertumbuhan Penduduk 1,3% Sudah Lampu Kuning
Jumat, 10 Nov 2006 16:32 WIB
Jakarta - Tingginya angka pertumbuhan penduduk mendapat perhatian Presiden SBY. Presiden mewanti-wanti munculnya beragam persoalan sosial ekonomi akibat pertumbuhan yang mencapai 1,3 persen itu."Pertumbuhan penduduk 1,3 persen. Angka ini lebih tinggi daripada sebelum reformasi. Ini lampu kuning, karena naiknya jumlah penduduk berarti menaikkan persoalan pendidikan, kesediaan pangan, dan lapangan kerja," ujar SBY saat menutup Konggres Nasional Pembangunan Manusia Indonesia 2006 di Hotel Millenium, Jl Fachrudin 3, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (10/11/2006).Untuk mengatasi itu, Presiden menekankan perlunya penggalakan kembali program keluarga berencana (KB), selain konsolidasi program kemiskinan."Jika tidak dikendalikan secara sungguh-sungguh, maka mustahil sasaran kesejahteraan rakyat akan tercapai. Kita harus melakukan terobosan baru untuk program keluarga berencana," cetusnya.Presiden juga meminta aparatnya untuk menekan angka kelaparan, gizi buruk, dan rawan pangan, serta menekan angka kematian ibu melahirkan."Agenda nasional terfokus pada tingginya angka kelaparan, gizi buruk, dan rawan pangan yang tidak boleh lagi bagi anak-anak. Selain itu menekan tingginya angka kematian pada ibu melahirkan," paparnya.
(fjr/nrl)











































