Kunjungan Bush untuk Jaga Hubungan Baik

Kunjungan Bush untuk Jaga Hubungan Baik

- detikNews
Jumat, 10 Nov 2006 15:59 WIB
Jakarta - Kunjungan George W. Bush ke Indonesia tidak perlu dikaitkan dengan kekalahan parpol tempatnya bernaung, Republik, dalam Kongres AS. Bush datang tidak dalam kapasitasnya sebagai kader Partai Republik, tapi Presiden AS. "Bush datang sebagai tamu negara. Bagi kita tamu wajib hormati, apalagi bagi umat Islam tamu perting sekali artinya. Jangan perlakukan tamu seperti bukan tamu," tegas Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, Jumat (10/11/2006). Pernyataannya di atas menjawab pertanyaan wartawan mengenai berbagai aksi penolakan kunjungan Bush. Bahkan ada kalangan menilai kedatangan Bush tidak ada manfaatnya karena Kongres AS kini dikuasai Partai Demokrat yang oposan terhadap Bush. Menurut JK, tidak pada tempatnya bila kedatangan seorang tamu dinilai dari manfaat langsung yang dibawanya. Tapi yang lebih penting adalah menjaga hubungan baik yang telah terbina dan meningkatkan peluang kerjasama untuk kepentingan rakyat yang lebih besar lagi. Ditegaskannya, penerimaan terhadap kunjungan Bush bukan berarti RI sepakat dan tunduk terhadap kebijakan luar negeri AS yang dikritik masyarakat. Sikap resmi Pemerintah RI dalam masalah Iran, Irak dan Palestina sudah jelas jauh berbeda dengan AS, tapi itu bukan alasan relavan untuk menolak kunjungan Bush. "Jangan masyarakat memahami karena berhubungan baik, berarti RI dukung semua kebijakan AS. Sikap resmi kita dalam hubungan luar negeri sangat jauh berbeda, tapi bukan berarti tidak boleh berhubungan baik," ujarnya. (lh/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads