Aksi Tanda Tangan Tolak Bush Macetkan Ciawi

Aksi Tanda Tangan Tolak Bush Macetkan Ciawi

- detikNews
Jumat, 10 Nov 2006 14:34 WIB
Jakarta - Ratusan warga Bogor, Jawa Barat, membubuhkan tanda tangan menolak kedatangan Presiden George W Bush di Mesjid Raya Bogor. Beragam pendapat dan uneg-uneg mereka tuangkan dalam kain putih berukuran 1 x 200 meter itu.Aksi damai tanda tangan ini diikuti warga usai salat Jumat di masjid yang terletak di pinggir Jl Pajajaran, Jumat (10/11/2006) pukul 12.30 WIB.Aksi yang disponsori Forum Ormas Islam kota Bogor ini memacetkan arus lalu lintas menuju Ciawi. Sejumlah pengendara berhenti untuk melihat aksi itu dan ada juga yang turun untuk tanda tangan. Beberapa warga menyarankan agar Bush tidak usah datang ke Bogor. Dudu (19) yang mengaku wirausaha menulis di kain putih dengan spidol sambil menggerundel, "Bush lu boleh aja datang, tapi kalau punya niat busuk mendingan jangan."Meskipun dirinya orang awam, tapi Dudu tahu sepak terjang pemerintahan Bush yang banyak merugikan umat Islam dunia. "Gua benci dia, saudara-saudara di Palestina menderita karena dia," kata Dudu kepada detikcom.Hal senada diutarakan seorang ibu rumah tangga peserta aksi tanda tangan. "Bush boleh aja datang, nyusahin masyarakat Bogor. Suami saya kan sopir angkot. Gara-gara dia datang, trayek mobil suami saya katanya ditutup. Mau dapat uang dapur dari mana?" ujar Ny Rozali (36) yang suaminya sopir Angkot 06 jurusan Ciheuleut-Ramayana via Jl Ir H Juanda itu.Hingga berita ini diturunkan pukul14.40 WIB, aksi bubuh tanda tangan dan pesan-pesan ini masih berlangsung. Di antaranya berbunyi "Go to Hell Destroyer!", "Anak-anak SMK Negeri 1 Bogor Anti Bush 100%", "Bush Pergi ke Neraka Aja Loe, Jangan ke Bogor". Koordinator lapangan aksi, Rahmat, mengatakan, aksi ini merupakan langkah awal sebagai wujud penolakan kedatangan Bush. Menurut dia, Forum Ormas Islam kota Bogor akan melakukan aksi lanjutan sampai puncaknya tanggal 20 November mendatang."Insya Allah secara besar-besaran ormas Islam akan kepung kota Bogor pada hari itu," tandas Rahmat. (zal/nrl)


Berita Terkait