Belanja di Jerman, Anggota DPR RI Dibuntuti Mahasiswa

Belanja di Jerman, Anggota DPR RI Dibuntuti Mahasiswa

- detikNews
Jumat, 10 Nov 2006 13:13 WIB
Jakarta - Studi banding ke luar negeri sepertinya tak bisa lagi jadi "misi mulia" bagi para anggota DPR. Apalagi setelah mahasiswa Indonesia di Jerman berhasil membuntuti wakil rakyat terhormat itu sedang berbelanja di tempat mewah. Hotel tempat mereka menginap kemudian disambangi mahasiswa. Seru!Kisah ini disampaikan aktivis Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Berlin, Jerman, Azman Muchtar, melalui surat elektronik kepada detikcom, Jumat (10/11/2006).Lulusan Master Globalisasi dan Kebijakan Industrial, Universitas Kassel & Fachohschule fur Wirtschaft (FHW) Berlin ini mengungkapkan peristiwa yang terjadi pada 9 November 2006.Saat itu beberapa anggota Komisi V DPR berada di Berlin, Jerman dalam misi studi banding dalam rangka pembuatan UU Perhubungan (Perkeretaapian)."Pukul 15.00, beberapa mahasiswa yang tengah membeli keperluan musim dingin mengenali mereka dan menguntit mereka saat bermaksud berbelanja di pusat perbelanjaan termewah di Berlin KaDeWe, tempat di mana mantan Presiden Soeharto berbelanja ketika berkunjung ke Jerman," tuturnya.Setelah itu beberapa mahasiswa yang mewakili PPI Berlin mencoba mencegat mereka di tempat menginap di Hotel Hilton Berlin. Mahasiswa yang datang sejak pukul 20.30 malam akhirnya berhasil mencegat anggota DPR pukul 21.45 saat mereka memasuki hotel.Ada 7 anggota Komisi V DPR dan beberapa personel dari Departemen Perhubungan yang mengikuti studi banding di Berlin. Namun dalam pertemuan dengan mahasiswa, hanya 3 wakil rakyat yang ikut, yakni Akhmad Muqowwam dari Fraksi PPP selaku ketua Komisi V DPR, Darul Siska dari Fraksi Partai Golkar, dan seorang wakil dari Fraksi PDIP."Ketika ditanya apa saja yang mereka beli, Akhmad Muqowwam mengelak berada di tempat itu. Dia katakan, saat itu anggota DPR sedang berada di gedung Parlemen Jerman dan selanjutnya meninjau Bombardir, pabrik perakitan kereta api. Dia menampik berada di kompleks perbelanjaan tersebut, meskipun sebelumnya beberapa anggota lainnya terlanjur mengakui berada di tempat tersebut," beber Azman.Azman pun menganalisa, pernyataan Akhmad Muqowwam tersebut justru memperkuat asumsi tentang keberangkatan 31 anggota DPR ke berbagai negara seperti Jerman, Prancis, Belanda, Jepang dan Korea sebagai sogokan dari Departemen Perhubungan sebagai upaya menggolkan RUU Perhubungan (Perkeretaapian) menjadi UU, guna kepentingan ekonomis sekelompok orang di dalam Departemen Perhubungan dan anggota Komisi V DPR.Banyaknya anggota Komisi V yang mengadakan studi banding tersebut, lanjut dia, sangat bertentangan dengan pernyataan Darul Siska dari Fraksi Partai Golkar yang mengecam bahwa BUMN yang beroperasi di Indonesia sangatlah 'gemuk' dan menghamburkan uang negara."Secara ekonomis, tentulah setiap orang dengan mudah dapat menghitung berapa banyak uang negara yang dikeluarkan untuk membiayai transportasi, akomodasi dan SPJ para anggota yang berangkat tersebut," kritik Azman."Menyikapi kunjungan mereka, PPI Berlin mengimbau agar anggota DPR lebih peka terhadap persoalan yang tengah dihadapi bangsa Indonesia," tandas Azman. (sss/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads