Veteran Keluhkan Kesejahteraan
Jumat, 10 Nov 2006 11:15 WIB
Jakarta - Tampaknya jargon menghargai jasa pahlawan belum sepenuhnya diberikan negeri ini. Baru hanya sebatas seremonial. Buktinya, di tengah-tengah peringatan Hari Pahlawan, masih ada veteran mengeluhkan kesejahteraannya.Seorang anggota veteran berusia 80 tahun yang enggan menyebut namanya mengeluhkan kehidupannya yang serba kurang saat berbincang dengan detikcom di atas KRI Tanjung Kambani yang sedang berlayar di Laut Jawa, Jumat (10/11/2006)."Santunan Rp 600 ribu setiap bulannya, sementara jenderal-jenderal yang tidak ikut berperang naik mobil bagus-bagus. Bannya saja saya tidak bisa beli. Tentara sekarang terlihat mewah, padahal nggak perang," keluh pejuang revolusi kemerdekaan 1945 ini.Keluhan pria renta ini tidak berlebihan. Di balik kenangan atas perjuangan di masa silam, tampak pula raut atas kesejahteraan yang dirasanya minim."Untuk beli sabun saja saya kadang nggak punya uang. Sekarang cuma bisa ngandelin dari cucu, yang itu juga pas-pasan," curhatnya yang berjalan sambil dipapah cucunya yang sudah berusia 40-an tahun.Pria yang mengenakan batik ini berada di KRI Tanjung Kambani untuk memperingati Hari Pahlawan bersama-sama dengan sejumlah veteran lainnya. Mereka juga ikut menabur bunga untuk mengenang rekan-rekan seperjuangan yang telah mendahului."Pemerintah mohon memperhatikan nasib kami," pintanya begitu kapal berlabuh di Tanjung Priok usai acara. Dia pun berlalu meninggalkan kenangan seremonial rutin tahunan untuk kembali menggeluti hidupnya yang pas-pasan.
(fjr/sss)











































