Mutiara Palsu dari Lombok

Mutiara Palsu dari Lombok

- detikNews
Jumat, 10 Nov 2006 08:25 WIB
Jakarta - Daerah Lombok dikenal sebagai salah satu penghasil mutiara air laut terbesar di Asia. Namun bagi Anda yang melancong ke Lombok berhati-hatilah, karena tidak semua mutiara yang dijual di daerah tersebut merupakan mutiara asli. Bisa-bisa Anda membeli mutiara yang terbuat dari kulit kerang.Hal ini dituturkan Samsul Agus Naedi, pemandu wisata dalam acara ke Lombok yang disponsori Batavia Air, kepada detikcom Kamis (9/11/2006). Kebanyakan mutiara yang dijual para penjaja souvenir di Lombok apalagi dengan harga murah adalah mutiara tiruan yang dibuat dari kulit kerang.Mutiara tiruan tersebut memang sulit dibedakan dengan mutiara aslinya. Salah satu cara melihat keaslian mutiara biasa dilakukan dengan menggigit atau menyundut mutiara tersebut dengan rokok. Mutiara asli akan terasa keras dan tidak meninggalkan bekas terbakar, namun masalahnya mutiara dari kulit kerang tersebut ternyata juga lulus tes itu dengan sukses."Memang sulit dibedakan karena dibuat dari kulit kerang, sehingga hampir mirip. Tapi kilau mutiara asli lebih cemerlang," ujar Samsul.Bagi orang orang awam, tentu sulit membedakan tingkat kemilau mutiara asli atau tidak, oleh karena itu Samsul membagi sedikit tips untuk membedakan keaslian mutiara tersebut. Caranya dengan mencelupkan kedua mutiara yang palsu dan asli ke dalam air laut, kemudian mengangkatnya. Mutiara yang asli saat diangkat akan lebih lama menahan air yang jatuh menetes sedangkan air yang terdapat di sekujur mutiara kulit kerang akan menetes lebih deras."Itu karena permukaan mutiara kulit kerang lebih halus daripada permukaan mutiara air laut asli," papar dia.Lebih lanjut dia menjelaskan proses pembuatan mutiara dari kulit kerang tersebut. Prosesnya pun nampak tidak rumit dan tidak terlalu memakan banyak biaya sehingga dapat membuat harga jualnya jauh lebih murah daripadamutiara asli."Pertama bersihkan kulit luar, kemudian kulit dalam dikerik untuk warnanya. Setelah ditumbuk halus direbus dan dicetak saat sudah dingin. Setelah direndam bahan kimia pun akan mengeras seperti asli," ungkap dia.Harga jual mutiara kulit kerang ini jelas jauh lebih murah daripada mutiara asli Lombok. Mahalnya harga mutiara asli tersebut, tambah Samsul, diebabkan proses penjualannya yang melalui proses lelang dan bukan melalui standar harga ."Di lelang buka harga untuk sekantung kecil seberat 1 kg dengan harga Rp 100 juta. Kalau dalam kantung tersebut ada mutiara yang besar semakin membuat hargamenjulang," tambahnya lagi.Selain itu besarnya harga operasional di dalam melakukan pembuatan mutiara juga membuat harganya menjadi mahal. Dari empat tambak mutiara yang ada diLombok seringkali terjadi pencurian kerang mutiara yang merugikan perusahaan tambak itu sampai dengan Rp 180 juta untuk satu kali masa panen."Kalau tidak ada pencurian, mereka (perusahaan tambak mutiara) bisa mendapatkan Rp 2-3 miliar untuk satu kali panen," tutup Samsul. (krs/bal)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads