PBNU Minta Umat Islam Cerdas Sikapi Kedatangan Bush

PBNU Minta Umat Islam Cerdas Sikapi Kedatangan Bush

- detikNews
Jumat, 10 Nov 2006 00:05 WIB
Jakarta - Berbagai reaksi umat Islam di Indonesia menjelang kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush ke Indonesia 20 November mendatang mendapattanggapan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi.Menurutnya, umat Islam Indonesia harus cerdas agar tidak melakukan tindakan yang justru merugikan."Saya berharap umat Islam di Indonesia lebih cerdas dan berkualitas dalam mereaksi aksi AS, tidak asal bereaksi. Misalnya, kalau mau melawan serangan AS di bidang ekonomi ya dengan memperkuat ekonomi. Kalau AS menyerang dengan budaya global ya kita perkuat budaya kita. Kalau AS menyerang dengan hegemoni politik ya kita perkuat politik dalam negeri kita. Demikian juga pada bidang yang lain Jadi bukan asal dengan pentungan," tutur Hasyim dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (9/11/2006).Hasyim menegaskan kembali keengganannya turut menyambut kedatangan Bush. Ia merasa perlu menunjukkan sikap lebih awal, meski belum tentu mendapat undangan dalam pertemuan dengan Bush. Namun, hal itu bukan karena dirinya benci terhadap Bush atau AS. "Itu bukan karena saya benci pada Bush atau AS," ungkapnya.Mantan Ketua PWNU Jawa Timur itu menjelaskan, keengganannya itu karena berbagaipertimbangan rasional, terutama terkait posisinya selaku Presiden World Conference Religion for Peace (WCRP)."Sebagai Presiden WCRP saya punya kewajiban dan kepentingan untuk menyelamatkan agama dan umat beragama dunia agar tidak dilibatkan dalam gerakan agresi Bush ke mana-mana," katanya.Jika dirinya turut menyambut Bush, katanya, maka secara langsung atau tidak langsung implikasinya adalah akan ada nuansa agama dalam berbagai konflik atau perang di beberapa negara, terutama di kawasan Timur Tengah, yang dimotori AS."Padahal konflik-konflik itu sama sekali bukan konflik agama atau berlatar agama, melainkan ekonomi," katanya.Menurutnya, saat ini mulai berkembang kesadaran di kalangan umat beragama di seluruh dunia, bahwa agama tidak boleh lagi dijadikan "keranjang sampah" bagi agresi AS yang selalu membungkus agresinya dengan alasan memerangi kelompok fundamentalis. "Gejala ini sudah muncul di ICIS, OKI, WCC (sidang gereja dunia), juga Vatikan. Gereja Protestan dia AS bahkan pernah memohon maaf karena tidak bisa mencegah aksi yang dilakukan pemerintahnya, seperti menyerang Irak dan sebagainya," katanya.Mantan Ketua Umum PGI Pdt Nathan Setiabudi juga pernah Mempermasalahkan penggunaan istilah "crusade (perang suci)" oleh Bush saat menyerang Irak. Alasan lain yang membuatnya enggan turut menyambut Bush adalah beberapa masukan yang pernah disampaikannya pada Bush saat pertemuan di Bali dua tahun lalu tidak ada yang ditindaklanjuti. Beberapa masukan yang disampaikannya, antara lain mendesak AS agar tidak menerapkan standar ganda dalam mengelola dunia serta serius menciptakan perdamaian di Timur Tengah."Lima puluh persen koflik dunia itu terkait konflik di Timur Tengah, terutamakonflik antara Isreal-Palestina," tandas Hasyim. (bal/bal)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads