Depdiknas Petakan Bahasa-Bahasa Daerah di Indonesia
Kamis, 09 Nov 2006 22:35 WIB
Jakarta -
Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) saat ini sedang melakukan penelitian pemetaan bahasa daerah di Indonesia. Penelitian yang sudah berlangsung sejak 15 tahun tersebut bertujuan untuk memetakan bahasa sebagai budaya dan sarana mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Kepala Pusat Bahasa Depdiknas Dendy Sugono mengatakan, bangsa Indonesia memilikilebih dari 700 bahasa daerah dan 17508 pulau. "Melalui bahasa kita bisa membuat peta budaya dan wilayah NKRI. Ini suatu senjata paling kuat, yaitu peta budaya, bukan hanya peta wilayah," kata Dendy, pada Puncak Acara Bulan Bahasa dan Sastra 2006, di Pusat Bahasa Depdiknas, Rawamangun, Jakarta, Kamis (6/11/2006)Pemetaan bahasa yang sedang dilakukan adalah di Provinsi Papua dan Maluku. Dendymengharapkan, pada tahun 2008, peta bahasa sudah selesai. "Bahasa dan sastramerupakan kekayaan bangsa Indonesia, maka harus dimiliki sebagai komoditas sendiri, jangan sampai yang memiliki atau mempromosikan orang asing," imbuh Dendy.Untuk melakukan pemetaan bahasa tersebut, Depdiknas menerjunkan tim pemetaan bahasa yang disebar diseluruh Indonesia. Mereka ditempatkan di balai bahasa setiap provinsi di Indonesia. Biaya yang dikeluarkan untuk pemetaan bahasa tersebut, untuk anggaran tahun 2007, mencapai Rp 4 miliar.Dendy mengungkapkan, selama penelitian terdapat enam bahasa daerah yang sudah punah. Bahasa-bahasa tersebut berada di daerah Nusa Tenggara Timur, Papua, dan wilayah Maluku. "Kebanyakan, bahasa daerah, terutama yang kecil-kecil komunitasnya, turun temurun secara lisan. Akibatnya, setelah penutur aslinya tidak ada, bahasa tersebut hilang. Sedangkan tidak semua daerah memiliki dokumentasi secara tertulis," ujarnya.Selain itu, lanjut Dedy, terdapat juga beberapa bahasa daerah yang terancam punah. Bahasa-bahasa tersebut terutama yang memiliki penutur di bawah 100 orang."Kekhawatiran tersebut menjadi perhatian UNESCO. Maka, pada awal Desember 2006 ini, Depdiknas bekerjasama dengan UNESCO berencana menyelenggarakan seminar penyelamatan bahasa-bahasa yang terancam punah. Seminar ini akan mengundang para pakar dan peneliti bahasa dari seluruh dunia." tandasnya.
(bal/bal)










































