Ikranagara: Bila Hillary Capres, Barack Obama Cawapres

Ikranagara: Bila Hillary Capres, Barack Obama Cawapres

- detikNews
Kamis, 09 Nov 2006 13:44 WIB
Ikranagara: Bila Hillary Capres, Barack Obama Cawapres
Jakarta - Senator AS dari Partai Demokrat Barack Obama kemungkinan akan maju sebagai calon Presiden AS 2008. Namun, dalam Konvensi Partai Demokrat, Barack Obama akan mendapat perlawanan kuat Hillary Clinton. Sejelek-jelek nasib, Barack akan bisa menjadi calon wakil presiden (cawapres), bila Hillary ditetapkan sebagai calon presiden (Capres). "Hillary lebih berpengalaman dan dewasa dari Obama, walaupun Obama sangat populer," ujar mantan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga penyair Ikranagara kepada detikcom, saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu. Ikra cukup mengenal sosok Barack Obama. Ikra mengenal Barack sejak kecil yang akrab dipanggil Barry saat di Jakarta sekitar tahun 1970-an. Anak Ikra, Inu, sepermainan dengan Barack saat tinggal di kawasan Menteng, Jakarta.Ikra sering mengunjungi kediaman Obama untuk bersilaturahmi dengan orang tua Obama, Lolo Soetoro dan Ann Dunham.Ikra yang tinggal di AS sejak lima tahun lalu ini menilai Hillary dan Obama adalah dua calon kuat dalam konvensi Partai Demokrat mendatang. Keduanya lebih populer dari calon-calon lainnya. "Kemungkinan Obama menjadi cawapres kalau Hillary Clinton jadi capres," lanjut dia. Yang jelas, seputar pencalonannya sebagai capres, kata Ikra, Obama masih malu-malu berkomentar. Menurut Ikra, pria yang mendapat dukungan penuh masyarakat kulit hitam ini memang low profile dan pandai mengukur diri. "Istrinya, Michelle Obama, sambil bercanda pernah berkata, masak dengan satu pidato hebat bisa jadi presiden," cetus Ikra.Menurut Ikra, Obama bisa menjadi contoh yang baik bagi para senator (Dewan Perwakilan Daerah) di Indonesia. Meski kini berkantor di Washington DC, tapi Obama sangat sulit dicari di kota itu. Kenapa? "Kerjanya lebih banyak dihabiskan di Illinois, dia sangat dekat dengan daerah yang diwakilinya," ujar Ikra. Ikra yang pernah diundang saat syukuran pelantikan Obama sebagai senator ini menuturkan, Obama tetap di Illinois dan secara rutin mengunjungi konstituennya dalam berbagai kesempatan. Selain didukung masyarakat kulit hitam, Obama juga didukung masyarakat kulit putih. Obama yang banyak mengangkat isu-isu kemiskinan yang menimpa masyarakat kulit hitam berhasil memposisikan dirinya di tengah. "Itulah keuntungan dia," lanjut Ikra.Ikra yang kini tinggal di AS ini menjelaskan popularitas Bush dan Partai Republik melorot hingga tinggal 27 persen akibat kebijakan invasi Irak dan keterpurukan ekonomi. Dan Obama yang hadir sebagai politisi baru, muda dan populer menjawab kebosanan politik masyarakat AS itu. (asy/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads