Hujan Turun, Warga Merapi Mulai Was-was

Hujan Turun, Warga Merapi Mulai Was-was

- detikNews
Kamis, 09 Nov 2006 13:17 WIB
Yogyakarta - Hujan mulai mengguyur di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Warga lereng selatan Gunung Merapi yang berada di sekitar Kali Gendol mulai khawatir akan terjadi banjir lahar bila hujan turun dengan lebat dan lama.Hujan mulai turun di sekitar Yogyakarta pada hari Rabu (8/11/2006) sore hingga malam hari. Namun curah hujan belum terlalu tinggi dan masih dalam batas normal. Beberapa wilayah yang diguyur hujan, antara lain Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Klaten dan Magelang. Hujan pada Rabu malam sempat membuat khawatir warga desa di Kecamatan Cangkringan, terutama Desa Argomulyo, Kepuharjo dan Umbulharjo. Mereka sebagian besar berada di kanan-kiri Sungai Gendol yang menjadi alur utama turunnya material vulkanik dari hulu Merapi.Muji (45), warga Kinahrejo kepada detikcom menuturkan hujan pertama yang turun belum cukup deras, namun sudah menyapu debu vulkanik yang menempel di pepohonan dan rumah-rumah warga. Timbunan material Merapi yang ada di kawasan Bebeng dan Kali Gendol berupa pasir dan batu-batuan belum longsor atau tergerus air. "Debu mulai hilang, tapi belum menjadi lumpur yang membahayakan, kecuali terjadi hujan deras dalam waktu lama," kata dia. Menurut dia, saat ini warga yang tinggal didekat Kali Gendol, Kali Opak dan di dekat kawasan Bebeng mulai meningkatkan kewaspadaannya. Mereka mulai melakukan ronda bila terjadi hujan deras. Warga juga terus memantau perkembangan debit air sungai yang ada di Kali Gendol. Tujuannya memantau material pasir yang ada di sungai saat terbawa air hujan sehingga tidak menimbulkan banjir atau kerusakan.Pada saat terjadi hujan, kawasan puncak Merapi diselimuti kabut hingga tidak bisa dilihat secara visual. Hanya saja pada Kamis pagi sekitar pukul 06.00 WIB Merapi sempat terlihat dengan jelas meski tidak terlalu lama dan setelah itu tertutup kabut lagi. Hujan juga membersihkan debu Merapi di bagian hulu Kali Gendol dan Kali Talang ada yang dekat hutan Kendhil. "Alur sungai Gendol dari atas juga sudah tidak berwarna abu-abu, tapi agak kehitam-hitaman dan kelihatan batu-batuan besar di atas," katanya. Sementara itu berdasarkan laporan para pengamat Gunung Merapi yang ada di Pos Kaliurang, Babadan Magelang, Deles Klaten curah hujan yang turun belum tinggi dan masih di bawah batas normal tiap detiknya. "Kita terus pantau curah hujan, tadi pagi sudah kami laporkan ke BPPTK di Yogyakarta," kata Heru Suprawoko petugas pos pengamatan Kaliurang. (bgs/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads