detikcom Polling
Bebasnya Tommy Sarat Rekayasa
Kamis, 09 Nov 2006 10:45 WIB
Jakarta - Sebelas hari sudah Tommy Soeharto sepenuhnya menghirup udara bebas. Pangeran Cendana ini meninggalkan hotel prodeo untuk kembali ke istananya. Hasil detikcom Polling menunjukkan bebasnya Tommy sarat dengan rekayasa.Polling dibuka pada 3 November 2006 pukul 13:34:05 WIB. Pertanyaan yang muncul adalah: Tommy Soeharto bebas bersyarat. Tanggapan Anda?. Ada dua jawaban yang bisa dipilih yakni "murni hukum" dan "rekayasa".Hasil polling hingga Kamis (9/11/2006) pukul 10.30 WIB, 339 suara telah masuk. Dari total responden, 321 suara (94,69%) menilai pembebasan bersyarat Tommy Soeharto merupakan rekayasa. Hanya 18 responden (5,31%) berpendapat murni hukum. Selisihnya sangat jauh, yakni 89,38 persen.Tommy resmi bebas bersyarat pada 30 Oktober 2006 setelah mendekam di hotel prodeo sejak November 2001. Terpidana 10 tahun kasus kepemilikan senjata secara ilegal dan pembunuhan hakim agung Syafiuddin Kartasasmita ini meninggalkan selnya di LP Cipinang, Jakarta dan kembali ke Cendana.Tudingan pun bermunculan dari berbagai pihak mengenai adanya rekayasa di balik bebasnya Tommy. Maklum, remisi yang diterima anak emas penguasa Orde Baru Soeharto ini bukan kepalang banyaknya.Dalam waktu 1 tahun saja, Tommy bisa mendapat rata-rata kortingan 3 bulan. Bahkan pada 17 Agustus 2005, Tommy didiskon 12 bulan 5 hari. Sungguh sangat berbeda dengan napi lain yang paling banyak dikorting sekitar 1 bulan 15 hari. Total remisi yang diterima Tommy sebanyak 37 bulan atau 3 tahun 1 bulan.Menkum HAM Hamid Awaludin membantah telah mengistimewakan Tommy dan menjamin tidak ada rekayasa dalam pembebasan Tommy. Wapres Jusuf Kalla juga menegaskan pemerintah tidak membeda-bedakan pembebasan Tommy dengan napi lainnya.Alasan yang dipakai, Tommy sudah menjalani 2/3 masa hukuman, berkelakuan baik, memberikan santunan, dan juga aktif dalam kegiatan donor darah. Namun tidak ada bukti maupun contoh napi lain mendapat perlakuan serupa Tommy.Bebasnya Tommy bahkan dituding sebagai bukti pengaruh Cendana masih kuat dalam percaturan politik. Ada faktor politik dalam rangkaian proses hukum Tommy, jadi tidak murni hukum. Namun tudingan ini sulit untuk dibuktikan.Istri mendiang hakim agung Syafiuddin Kartasasmita, Soimah, pun menuding ada permainan uang dalam pembebasan Tommy. Namun kuasa hukum Tommy, Elza Syarief membantahnya dan menantang Soimah mempertanggungjawabkan tudingannya karena bisa diartikan telah menghina pejabat hukum.Murni hukumkah atau memang ada rekayasa? Nyaris 100 persen responden detikcom Polling menyatakan ada rekayasa dalam pembebasan Tommy, yakni 94,69 persen. Meski ada 5,31 persen yang menyatakan murni hukum, namun selisihnya sangat jauh yakni 89,38 persen.Meski demikian polling ini tidak bersifat ilmiah dan hanya mencerminkan opini para pembaca detikcom yang berpartisipasi dalam detikcom Polling.
(sss/asy)











































