Mereka Bahayakan Demokrasi Kita
Kamis, 09 Nov 2006 03:27 WIB
Den Haag - Kelakuan para anggota DPR sebenarnya membahayakan sistem demokrasi kita. Publik harus mencatat nama-nama mereka untuk tidak dipilih lagi pada pemilu depan.Setyo Budiantoro, mahasiswa pascasarjana Studi Pembangunan pada Institute of Social Studies (ISS), Den Haag, mengutarakan hal itu kepada detikcom Rabu petang atau Kamis (8/11/2006) WIB.Pria yang di kalangan akrab biasa disapa Budi itu mengingatkan bahwa kelakuan para anggota DPR tersebut sebenarnya membahayakan sistem demokrasi kita. Dengan sadar para anggota DPR itu telah mendelegitimasi dirinya sendiri."Mereka telah menggerus public trust (kepercayaan publik, red). Usai dicap sebagai distributor voucher, kini mereka cuek menjadi rombongan dharmawisata. Tentu saja, hal ini bisa berujung pada apatisme dan ketidakpercayaan pada DPR secara kelembagaan," tandas Budi.Menurut Budi, krisis kepercayaan kepada lembaga DPR yang merupakan salah satu lembaga tinggi negara dan berfungsi sebagai wadah aspirasi rakyat, jelas fatal. Ini akan membuat ketersumbatan dan kemacetan aspirasi rakyat, yang ujungnya bisa menimbulkan ketidakstabilan politik."Rakyat akan jauh lebih percaya pada unjuk rasa atau aksi-aksi demonstratif lainnya ketimbang kepada DPR," Budi mengingatkan.Dia menyerukan agar partai-partai politik memanggil dan mempertanyakan anggotanya yang ikut jalan-jalan, supaya fenomena memprihatinkan ini tidak terus berlanjut. Peringatan dan bahkan pemberhentian keanggotaan di DPR bisa dilakukan, jika anggota tersebut tidak mampu memberikan pertanggungjawaban dari acara pelesirannya itu. Kepada publik Budi mengajak agar mencatat dan membuat daftar anggota DPR yang suka piknik itu. "Hendaknya publik memboikot dan tidak memilih kembali mereka pada pemilu ke depan. Untuk apa memilih anggota DPR yang lebih suka pelesir dari pada mikirin rakyat?" demikian Budi.
(es/es)











































