Ah, Rombongan DPR Pelesiran Kok
Kamis, 09 Nov 2006 03:09 WIB
Den Haag - Studi banding rombongan DPR cuma mengada-ada, untuk kedok pelesiran. Acara terjadwal untuk dua hari bebas di Paris jelas memperlihatkan motif itu. Hal itu dikemukakan Setyo Budiantoro (Budi), mahasiswa pascasarjana Studi Pembangunan pada Institute of Social Studies (ISS), Den Haag, kepada detikcom Rabu petang atau Kamis (8/11/2006) WIB.Menurut Budi, kunjungan 31 anggota Komisi V DPR yang beramai-ramai studi banding ke sejumlah negara di Eropa untuk RUU Bidang Transportasi patut disesalkan dan ditolak. "Jalan-jalan dan pelesir yang berbungkus studi banding itu selain pemborosan juga mengada-ada. Acara terjadwal untuk dua hari bebas di Paris misalnya, jelas memperlihatkan motif itu," tandasnya.Dikatakan, jumlah 31 orang yang terkesan seperti rombongan "anak-anak TK" yang sedang piknik ini jelas pemborosan dan tidak efektif. Dari 14 orang yang berkunjung ke Belanda, sebenarnya bisa dilakukan dengan maksimal 4 orang saja. "Jelas ini menghambur-hamburkan anggaran negara yang tentu saja berasal dari rakyat," sesal Budi.Jalan-jalan rombongan yang memanfaatkan uang rakyat itu juga menunjukkan ketidakpekaan anggota DPR pada penderitaan rakyatnya dan berbagai persoalan yang sedang mendera bangsa. Di samping itu, mereka juga tidak belajar dari pengalaman masa lalu bahwa hal ini akan kontroversial. "Atau mungkin anggota DPR kita memang sudah bebal terhadap berbagai kritik. Ibaratnya, anjing menggonggong kafilah berlalu," kata penggemar buku-buku karya Soedjatmoko itu. Keterangan Foto1. Cover: Menara Eiffel, salah satu landmark kota Paris.2. Atas: Pusat pelesiran Moulin Rouge, Paris.
(es/es)











































