Inalum Diminta Bantu Pasokan Listrik Sumut

Inalum Diminta Bantu Pasokan Listrik Sumut

- detikNews
Rabu, 08 Nov 2006 23:45 WIB
Medan - Gubernur Sumatera Utara Rudolf M Pardede mengharapkan pihak PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) dapat memberikan pasokan listriknya kepada PT PLN guna membantu mengatasi krisis listrik di Sumatera Utara (Sumut) yang pada saat ini mengalami kondisi sangat kekurangan. "Kita sangat mengharapkan PT Inalum guna membantu pemerintah daerah dalam mengatasi krisis listrik di Sumatera Utara. Dalam situasi emergency listrik di daerah ini kita minta pihak Inalum untuk dapat memberikan sebagian pasokan listrik yang digunakannya untuk pengolahan produksi Alumunium di Kuala Tanjung," kata Rudolf. Pernyataan ini disampaikan Rudolf ketika menerima kunjungan Presiden Direktur PT Inalum Mikio Mizugushi, Rabu (8/11/2006) bertempat di kediaman gubernur, di Medan. Rudolf menyatakan, akibat krisis listrik di Sumatera Utara yang merasakan akibatnya selain sektor industri juga masyarakat konsumen. Hal ini menurutnya merupakan hambatan bagi investor untuk menanamkan modalnya di daerah ini, karena salah satu faktor pendukung dalam berinvestasi adalah tersedianya listrik yang cukup. Jika kesediaan PT Inalum memberikan sebagian pasokan listriknya, maka krisis listrik yang dialami daerah ini akan dapat teratasi sebagian dan sekaligus membuat positif image masyarakat Sumut terhadap keberadaan dan nama baik PT Inalum yang akan beroperasi sesuai dengan perjanjian hingga tahun 2013 nanti.Pemberian pasokan listrik ini, menurut Gubsu masih memungkinkan dimana PT Inalum dapat melakukan tindakan efisiensi penggunaan listrik disekitar lokasi pabrik tanpa mengganggu produksi. Kepada PT Inalum melalui Mikio Mizugushi, Gubsu dengan serius mengharapkan agar pihak manajemen dan stakeholder PT Inalum dapat membantu sekitar 50-100 MW listrik guna memenuhi kebutuhan listrik yang sudah sangat kritis saat ini. "Kita meminta agar PT Inalum dapat memberikan pasokan listrik minimal 50 MW, untuk dipergunakan pada beban puncak yakni dari pukul 18.00 hingga pukul 22.00 atau sekitar 4 jam. Listrik yang kita minta ini sifatnya temporer untuk jangka waktu 6 bulan sampai 1 tahun dan kita akan perhitungkan biayanya," jelasnya. Berkenaan dengan permintaan itu, Mikio Mizugushi menyatakan akan membicarakannya dengan para stakeholder PT Inalum, karena situasi ini cukup memprihatinkan dan menyangkut masyarakat Sumatera Utara secara keseluruhan, khususnya rumah tangga konsumen. (rul/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads