Suramadu Butuh Tambahan Rp 200 M
Rabu, 08 Nov 2006 23:14 WIB
Jakarta -
Percepatan pembangunan Jembatan Suramadu, membutuhkan tambahan dana Rp 200 milyar dari total Rp 4,2 trilyun yang dianggarkan semula. Penambahan tersebut terkait perubahan design panjang pondasi. "Biaya ini akan ditambahkan ke Rp 1,6 triliun pinjaman dari China. Kita akan proses administrasi untuk penambahannya," kata Pemimpin Induk Pelaksana Kegiatan Jembatan Suramadu, Ir Achmad Gofar Ismail (8/11/2006). Hal tersebut disampaikannya pada wartawan usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla. Rapat juga diikuti antara lain oleh Menteri PU Djoko Kirmanto, Menkeu Sri Muljani, Meneg BUMN Soegiharto, Menhub Hatta Rajasa dan Gubernur Jatim Imam Oetomo. Ghofar menjelaskan, pinjaman dari China tersebut khusus untuk pembangunan bentangan tengah jembatan. Sedangkan pembiayaan bentangan tepi, baik di Madura dan Surabaya dibiayai APBN, APBD propinsi dan kabupaten. Untuk pencairan dana tahun 2007, pihaknya akan mendapat dana sebesar Rp 550 miliar dari pemerintah pusat dan daerah. Padahal tiga tahun sebelumnya dana yang terserap hanya Rp 850 miliar. Itu berarti sisa dana yang dibutuhkan tinggal Rp 825 milyar. "Kekurangan ini akan disediakan pemerintah pada 2008," tandasnya.
(lh/ndr)










































