TBC Malah Dibedah Paru-parunya, Adji Laporkan RS Pondok Indah
Rabu, 08 Nov 2006 18:25 WIB
Jakarta - Bagaimana Adji L Aditwiwidjana (34) tidak mengalami tekanan psikis. Mantan sales manager ini dibedah paru-parunya karena didiagnosa ada tumor. Padahal ternyata cuma TBC.Adji pun melaporkan RS Pondok Indah (RSPI) atas dugaan malpraktek ke Polda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (8/11/2006). Dia didampingi kuasa hukumnya, Elita Purnamari Lubis dan Gunawan Raff.Dikisahkan Adji, kejadian berawal pada 14 Februari 2005. Warga Jl Madrasah Dalam No 55 Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini mengeluhkan dada kirinya yang nyeri saat batuk. Adji memeriksakan dirinya di RS Patria IKKT dan diberikan resep dokter.Karena tidak kunjung sembuh, pada 28 Februari 2005, Adji memeriksakan ulang ke rumah sakit yang berbeda, yakni RSPI. Dokter Mirza yang memeriksanya mendiagnosa pertumbuhan kelenjar di paru-paru kiri.Pada Maret 2005, Adji dinyatakan positif terkena tumor di paru-paru kiri dengan melihat CT Scan. Dia diminta melanjutkan konsultasi ke dokter Maezul Anwar yang menjadwalkan operasinya pada 10 Maret 2005.Setelah tertunda seminggu, Adji baru menjalani operasi pada 18 Maret 2005 pukul 17.00 WIB. Namun pada pukul 20.30 WIB, Maezul memberi informasi hasil biopsi menunjukkan Adji hanya terkena tumor jinak dan tidak perlu diangkat seluruh paru-paru kirinya.Beberapa waktu kemudian Maezul meralat diagnosanya. Setelah 2 kali biopsi, tidak ditemukan tumor, namun justru gejala awal TBC. Adji pun hanya menjalani pembedahan. Hasil pembedahan meninggalkan bekas luka parut 35 cm dari bawah ketiak kiri melintang ke punggung Adji.Adji mengaku mengalami tekanan psikis karena kondisinya itu sehingga keluar dari pekerjaannya. Untuk pengobatannya, Adji telah merogoh kocek Rp 50 juta, itu pun belum termasuk obat.Kuasa hukum Adji, Elita Purnamari Lubis dan Gunawan Raff saat dihubungi mengatakan, Adji hingga pukul 16.00 WIB masih diperiksa di Satuan Remaja Anak-anak dan Wanita Direskrimum Polda Metro Jaya. Adji hingga pukul 17.30 WIB tidak mengangkat telepon genggamnya.Sementara Kepala Humas RSPI Kemala mengatakan, pihaknya belum mengetahui pelaporan tersebut. "Saya belum tahu, nanti saya cek lagi," ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon.
(fay/sss)











































