Gara-Gara Lumpur Lapindo, Penyu Sungai Porong Mabuk

Gara-Gara Lumpur Lapindo, Penyu Sungai Porong Mabuk

- detikNews
Rabu, 08 Nov 2006 17:02 WIB
Sidoarjo - Pembuangan air lumpur Lapindo melalui spill way ke sungai Porong mulai mengganggu ekosistem yang ada di sungai tersebut. Hal tersebut mulai terbukti dengan mulai menghilangnya ikan-ikan serta munculnya seekor penyu raksasa (Kura-kura air tawar) yang menggelepar ke permukaan sungai."Penyu raksasa ini saya temukan kemarin dalam keadaan lemas di pinggir sungai Porong. Mungkin tidak kuat sama air yang sudah tercemar air lumpur lapindo," Kata warga RT 9 RW 1 Desa Penjarakan, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Sumardi saat ditemui wartawan di rumahnya, Rabu (8/11/2006).Menurut dia, sejak Timnas penanggulangan lumpur membuang air lumpur ke sungai Porong, dirinya mulai kehilangan mata pencahariannya sebagai pencari ikan di sungai tersebut. Para pencari ikan baik dengan menggunakan jala maupun kail yang biasanya terlihat di sepanjang sungai tersebut juga sudah mulai jarang terlihat. Nah, ceritanya, Selasa (7/11/2006) siang kemarin sewaktu sedang mencari ikan, tiba-tiba Sumardi melihat ada penyu raksasa menggelepar di sungai. Kemudian dia berusaha menangkapnya sendirian. Tapi, karena penyu tersebut terlalu besar, dia meminta bantuan anaknya untuk menangkap penyu tersebut."Penyunya besar sekali. Waktu mau saya tangkap sendirian, penyu tersebut malah mau lari. Akhirnya saya meminta bantuan anak saya untu membatu menangkap penyu tersebut," ujar dia. Penyu raksasa tersebut dari pantauan detikcom mempunyai panjang sekitar 1 meter dengan lebar tempurung sekitar 70 Centimeter serta beratnya mencapai 80 Kilogram lebih.Untuk membawa penyu raksasa dari sungai Porong ke rumahnya yang berjarak sekitar 100 meter, Sumardi harus dibantu oleh empat orang tetangganya. "Karena berat, penyu tersebut harus digotong empat orang," kata lelaki asal Kediri ini.Saat ini penyu raksasa temuannya ini, dia letakkan di halaman rumah dan ditaruh di dalam sebuah kotak yang terbuat dari kayu yang dilapisi seng. Di kotak tersebut, penyu raksasa yang ia temukan hanya diberi air dan kain basah yang ia taruh di atas tempurung dan saat ini menjadi tontonan tersendiri bagi warga sekitar.Dengan penemuannya ini, Sumardi nantinya berencana menjual penyu raksasa tersebut seharga Rp 2 Juta. "Lumayan buat menyambung hidup. Soalnya cari ikan sekarang sepi," kata dia berharap. (bdh/asy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait