Wartawati 'Diculik', Bupati Jembrana Diadukan ke Polisi

Wartawati 'Diculik', Bupati Jembrana Diadukan ke Polisi

- detikNews
Rabu, 08 Nov 2006 16:35 WIB
Denpasar - Tidak terima wartawati Ni Luh Arie Sri Lestari dimaki-maki dan 'diculik', media Bali Post mengadukan Bupati Jembrana Gede Winasa ke Polres Jembrana, Bali."Saya baru saja melakukan pengaduan ke polisi karena wartawan kami diculik," kata Redaktur Pelaksana Bali Post Nyoman Wirata saat dihubungi detikcom, Rabu (8/11/2006).Menurut dia, Arie diculik ketika sedang meliput acara Musyawarah Daerah Persada di GOR Negara Jembrana. Sebelum diambil petugas Satpol PP, Arie sempat bersitegang dengan Winasa. Mereka terlibat dialog yang cukup sengit."Tiba-tiba wartawan kami diculik petugas Satpol PP dengan alasan tidak memiliki kartu identitas penduduk musiman (Kipem)," ujarnya.Wirata menegaskan, Arie sedang bertugas, bukan menetap di Jembrana."Dia sudah dilengkapi dengan kartu pers. Jika wartawan kami pada saat tidur di kos atau di hotel ditangkap dengan alasan Kipem, kami tidak mempersoalkan. Tetapi saat itu dia sedang melakukan tugas. Apakah setiap orang harus selalu membuat Kipem ketika melintas di Jembrana," protes Wirata.Hingga pukul 16.00 Wita, Wirata mengaku tidak diizinkan bertemu anak buahnya itu dengan alasan masih dalam proses pemeriksaan.Arie ditangkap dengan alasan tidak memiliki Kipem. Dia digelandang ke kantor Satpol PP. Penangkapan Arie diduga terkait dengan terbitan Bali Post pada 8 November 2006 yang memuat subjudul "Proyek Prestisius di Jembrana" dengan judul "Banyak Macet, Gaji Karyawan Tidak Terbayar". Nah proyek inilah yang dirancang dan dibuat oleh Winasa.Dalam kesempatan terpisah, Ketua Komunitas Jurnalis Bali Ida Bagus Anom menyayangkan sikap Bupati Winasa yang telah menangkap wartawan dengan alasan sepele."Seharusnya bupati melakukan dialog terlebih dahulu. Jika tidak puas dengan pemberitaan, bukan dengan cara-cara arogan seperti menangkap jurnalis," tegas Anom. (aan/sss)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait