Diguyur Hujan, Pekerja Terus Bangun Helipad untuk Bush
Rabu, 08 Nov 2006 16:24 WIB
Jakarta - Pembangunan helipad tempat helikopter Presiden AS George Bush mendarat di Kebun Raya Bogor (KRB) terus dikebut. Para pekerja harus berpacu dengan hujan yang terus menerus turun."Sampai saat ini, pembangunan baru selesai 60 persen," kata koordinator pengawas lapangan dari Dinas Pekerjaan Umum Bogor, Samidi kepada detikcom di KRB, Jl Ir H Juanda, Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/11/2006).Menurut Sarmidi, pihaknya terus mengebut pembangunan dua buah helipad tersebut. Hal ini mengingat batas waktu yang disediakan tidak terlalu lama. "Targetnya pembangunan helipad ini selesai tanggal 10 November," tutur Samidi.Menurut pantauan detikcom di lokasi pembuatan helipad, sejumlah pekerja terlihat sedang membangun dinding helipad. Dinding itu dibangun setinggi 1 meter dengan bahan dasar batu kali.Namun pekerjaan tersebut terganggu oleh hujan yang terus turun di kota Bogor hari ini. Para pekerja berlarian ke sebuah tenda saat hujan deras tiba-tiba datang. Hal itu terjadi berulang kali.Untuk mengejar target, proyek ini mengerahkan 60 orang tenaga kerja. Selain itu, sejumlah alat berat, seperti dua Tadano (truk pengangkut alat berat) , 2 buah mesin giling, dan 2 eskavator juga didatangkan. "Soal berapa biaya yang dihabiskan untuk pembuatan helipad ini saya tidak tahu. Saya hanya bertugas mengawasi di lapangan," tutur Samidi.
(djo/asy)











































