Geger Penipuan IBIST, Kantor Tabloid Besar Dijaga Polisi

Geger Penipuan IBIST, Kantor Tabloid Besar Dijaga Polisi

- detikNews
Rabu, 08 Nov 2006 16:09 WIB
Bandung - Khawatir terjadi pengrusakan terhadap aset milik Inter Banking Bisnis Terencana (IBIST) Consult, puluhan personel polisi dikerahkan untuk mengamankannya. Bahkan, ada dua gedung yang sempat disatroni nasabah, padahal secara resmi tidak terdata sebagai aset IBIST di Polwiltabes Bandung.Berdasarkan pantauan detikcom Rabu (8/11/2006), terdapat dua gedung berupa kantor media massa dengan label Tabloid Besar dan kantor Ormas Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Daerah Indonesia (LPMDI) Jabar di jalan Martadinata yang dijaga ketat oleh polisi. Masing-masing gedung dijaga oleh satu peleton dari Polres Bandung Tengah."Kami telah berjaga-jaga sejak jam 8 tadi malam," ujar Brigda Boy, kepada detikcom. Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, kemarin sore puluhan nasabah IBIST dari salah satu kesatuan TNI menyatroni dua gedung tersebut dan mengambil barang-barang di kedua kantor itu. Disebut-sebut, Komisaris Utama Wandi Sofian menjadi pemodal di tabloid tersebut dan menjadi ketua di ormas itu.Kedua gedung yang saling berhadapan itu dipasangi policeline. Suasana tampak sepi. Hanya terlihat beberapa anggota polisi yang berjaga-jaga di luar. Menurut Boy, sejak pagi tidak ada satu pun karyawan di kedua gedung itu yang datang.Ketika hal itu dikonfirmasi kepada Kapolwiltabes Bandung Kombes Pol Edmon Ilyas, dia mengaku belum mengetahui kebenaran tentang kepemilikan aset IBIST di dua gedung tersebut. "Kami masih mencari informasi mengenai hal itu. Yang pasti seluruh aset IBIST kami amankan. Hal itu untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan," katanya kepada wartawan di Mapolwiltabes Bandung, Jalan Jawa, Bandung.Menurut Edmon, aset IBIST yang diamankan adalah dua buah rumah yaitu berada di Jalan Mulya Sari No 1 dan di Komplek Sentra Duta, Setrasari (berita sebelumnya disebutkan IBIST punya tiga aset rumah yaitu di Mulya Sari, Karangsetra, dan Cemara).Selain itu kendaraan roda empat yaitu empat mercedes benz, satu Jaguar, satu Kijang Innova, dan satu Isuzu Panther (sebelumnya hanya disampaikan enam mobil). Turut disita juga beberapa printer dan dokumen. (asy/sss)


Berita Terkait