Wartawati Ditangkap Gara-gara 'Proyek Prestisius di Jembrana'?
Rabu, 08 Nov 2006 15:57 WIB
Denpasar - Ni Luh Arie Sri Lestari masih terheran-heran dirinya ditangkap petugas Satpol PP. Apalagi sebelumnya wartawati Bali Post ini dimaki-maki Bupati Jembrana Gede Winasa. Apakah gara-gara 'Proyek Prestisius di Jembrana'?Arie menduga murkanya sang bupati terhadap dirinya itu terkait berita yang dimuat medianya. Apalagi Winasa saat mencak-mencak memang mengungkit-ungkit soal tulisan Bali Post."Saya menduga, saya ditangkap karena bupati marah terhadap pemberitaan hari ini. Sebelum saya ditangkap, saya sempat melakukan debat dengan bupati," tutur Arie yang dihubungi wartawan, Rabu (8/11/2006).Namun dugaan Arie ini dibantah oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Dinas Infokom dan Perhubungan Jembrana, NK Citrawati. "Penangkapan itu tidak ada kaitan dengan pemberitaan Bali Post hari ini," elak Citra.Sementara menurut Arie, saat berdebat, Winasa sempat menyatakan, "Bali Post bisa menulis yang banyak tentang mobil, rumah dan aset-aset saya. Mobil saya rusak, rumah saya rusak. Koran anda bisa dapat berita lebih banyak lagi."Bali Post terbitan 8 November 2006 memuat subjudul "Proyek Prestisius di Jembrana" dengan judul "Banyak Macet, Gaji Karyawan Tidak Terbayar".Dalam berita tersebut ditulis, banyaknya proyek di Jembrana yang dirancang dan dibuat Winasa dinilai tidak jelas juntrungannya. Mulai dari proyek Air Megumi, pembuatan kolam renang Dlod Berawah, peternakan sapi, prosesing daging, kapal tangkap ikan, pembangunan Hotel Jimbarwana, dan program pemberian dana bergulir.Juga rencana pembangunan bandara internasional, pembangunan twin tower, termasuk pembangunan jalan tol hingga busway yang akan segera diluncurkan. "...Perkembangan proyek prestisius yang menelan miliaran rupiah itu terkesan megap-megap.." demikian akhir tulisan berita tersebut.
(zal/sss)











































