Rektor UMJ Pastikan Tak Ada Intimidasi-Kekerasan Tim Ganjar ke Mahasiswa

Rektor UMJ Pastikan Tak Ada Intimidasi-Kekerasan Tim Ganjar ke Mahasiswa

Sukma Nur Fitriana - detikNews
Jumat, 24 Nov 2023 13:35 WIB
UMJ
Foto: dok. Istimewa
Jakarta -

Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Prof Dr Ma'mun Murod membantah adanya intimidasi dan kekerasan tim Ganjar Pranowo pada mahasiswa saat acara diskusi publik Muhammadiyah di UMJ, Kamis (23/11). Ia mengatakan keributan yang terjadi pasca-acara itu melibatkan mahasiswa dengan para senior dan pihak keamanan kampus.

"Itu tidak benar (ada intimidasi dan kekerasan dari tim Ganjar). Keributan itu terjadi antara mahasiswa dan para seniornya yang marah melihat adik-adiknya tidak punya etika dan sopan santun," ucap Ma'mun saat dimintai konfirmasi, Jumat (24/11).

Ma'mun mengatakan para senior mahasiswa yang juga aktivis IMM itu merasa jengkel terhadap sikap adik-adiknya yang tidak mencerminkan kebaikan. Apalagi sikap tersebut ditunjukkan di acara PP Muhammadiyah yang dihadiri tokoh-tokoh Muhammadiyah dari seluruh Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Para alumni IMM itu jengkel melihat adik-adiknya yang berteriak di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Mereka menilai adik-adiknya tidak memiliki sopan santun dan etika di forum yang sangat beradab itu. Saya tahu itu dan para alumni juga sudah lapor ke saya," tegasnya.

Ma'mun pun menegaskan tidak ada kekerasan pada mahasiswa yang dilakukan dalam peristiwa itu. Para senior hanya mengingatkan adik-adiknya untuk bersikap sopan.

ADVERTISEMENT

"Tidak ada mencekik atau intimidasi. Yang diberitakan media itu tidak benar," katanya.

Ma'mun juga mengomentari pemberitaan yang mengatakan adanya pelarangan mahasiswa untuk bertanya kepada pasangan capres-cawapres 2024 Ganjar Pranowo-Mahfud Md. Menurutnya, pihak moderator sudah memberikan waktu bertanya kepada peserta diskusi, baik dari umum maupun perwakilan mahasiswa, selain para panelis.

"Namun, karena waktu terbatas, tidak semua bisa diakomodasi. Jadi tidak ada larangan. Moderator, dalam hal ini Prof Abdul Mu'ti, sudah mengatur flow diskusi. Memang kemarin waktunya terbatas, dengan lima panelis dan waktu diskusi hanya satu jam, itu sudah sangat terbatas," terangnya.

Ma'mun juga menerangkan, dalam acara itu, peserta yang hadir adalah murni undangan dari berbagai elemen Muhammadiyah, termasuk perwakilan mahasiswa.

"Jadi memang itu undangan terbatas, tidak semua bisa masuk. Dari mahasiswa juga sudah kami undang, ada perwakilan BEM, perwakilan IMM se-UMJ dan se-Jabodetabek serta perwakilan mahasiswa lainnya," tegasnya.

Ma'mun pun sangat menyesalkan kejadian yang saat ini menjadi pemberitaan di banyak media. Ia menekankan tujuan PP Muhammadiyah menghadirkan Ganjar-Mahfud di UMJ adalah untuk mendengar dan diskusi terkait kemajuan Indonesia.

"Tentu kami sangat menyayangkan peristiwa ini. Tujuan awal kegiatan untuk diskusi, membahas visi misi demi Indonesia tercoreng dengan perbuatan segelintir oknum mahasiswa," tuturnya.

Diketahui, sebelumnya ada sejumlah mahasiswa yang terlibat kericuhan seusai dialog publik capres-cawapres Ganjar Pranowo dan Mahfud Md di kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Ada mahasiswa yang terlihat saling dorong dan adu mulut dengan petugas.

(prf/ega)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads