Warga Palembang Terserang Diare
Selasa, 07 Nov 2006 20:05 WIB
Palembang - Baru sepekan lebih musim penghujan, sebagian warga Palembang sudah terserang penyakit diare. Ini terlihat dari penuhnya rumah sakit atau klinik-klinik kesehatan oleh pasien diare."Ya, memang ada sedikit peningkatan pasien diare. Jumlahnya saja hari ini sekitar 20 orang," kata Dr Ningsih, dokter petugas di Rumah Sakit Islam Lemabang, Palembang, Selasa (07/11/2006).Menurut Ningsih, pasien diare mulai banyak sejak Sabtu kemarin. "Umumnya anak-anak. Mungkin lantaran banyak jajan di luar," tambahnya.Soal penyakit musim pancaroba ini, Dinas Kesehatan Palembang sudah menyiagakan alat pendeteksi serangan penyakit diare dan demam berdarah dengue (DBD). Petugas Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK)."Kita punya alat untuk memeriksa pertumbuhan kuman diare. Alat ini kerjanya cepat, lima hari hasil sudah dapat diketahui," kata Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK), Dr Welly Chanyiago, kepada pers, Selasa (07/11/2006).Menurut Welly, masyarakat harus waspada pada musim pancaroba sekarang. Terutama waspada penyakit diare yang paling muda berjangkit, yang berdasarkan hasil penelitian mereka, disebabkan karena pemekatan alkalin pepton, yaitu media yang baik untuk pertumbuhan kuman dan diare."Kajian tim kita, masyarakat yang memakai air sungai sangat rentan terserang penyakit diare, sedangkan musim penghujan rentan DBD," katanya.Jadi daerah yang paling rawan terserang diare dan DBD yakni perkampungan di sepanjang sungai Musi seperti Kertapati, Plaju, Se-Batang dan Tanggabuntung.
(tw/fjr)











































