AS: RI Bisa Bujuk Iran Soal Nuklir
Selasa, 07 Nov 2006 19:22 WIB
Jakarta - Solusi damai atas masalah nuklir Iran dan Korea Utara (Korut) masih terus diupayakan oleh pemerintah AS dan sekutunya. Negara-negara lain termasuk Indonesia juga bisa berperan dalam upaya mencapai solusi damai ini.Terlebih lagi mengenai isu nuklir Iran, Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia bisa membantu dalam upaya damai tersebut. Bantuan tersebut bisa dengan membujuk kepemimpinan Iran untuk menghentikan aktivitas nuklir dan memenuhi standar yang ditetapkan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).Demikian disampaikan Duta Besar (Dubes) AS untuk Kantor PBB di Wina, Gregory L. Schulte melalui video conference yang digelar di Kedubes AS di Jakarta, Selasa (7/11/2006)."Mungkin Iran akan lebih mendengarkan pemerintah Indonesia daripada pemerintah AS," ujar Schulte. Pejabat AS itu menegaskan bahwa tujuan utama dari segala upaya yang dilakukan dunia internasional adalah mencapai solusi diplomatik.Ditekankan Schulte, resolusi yang tengah dibahas di Dewan Keamanan PBB mengenai isu nuklir Iran bukan dimaksudkan untuk menghukum negeri itu. Melainkan untuk meyakinkan pemerintah Iran agar menghentikan aktivitas nuklir khususnya pengayaan uranium.Mengenai isu nuklir Korut, Schulte mengatakan, Washington menyambut baik keputusan negeri komunis itu untuk kembali ke perundingan enam pihak. Namun diimbuhkannya, AS menganggap jauh lebih penting jika Korut bersedia kembali kepada komitmennya pada September 2005 lalu untuk melucuti program senjata nuklirnya.Schulte menegaskan, pemerintah AS sebenarnya tidak menentang program nuklir Iran dan Korut asalkan itu digunakan untuk tujuan damai. "Pemerintah AS malah mendukung negara-negara untuk memanfaatkan energi nuklir untuk tujuan damai, termasuk Indonesia yang sedang mempertimbangkan kemungkinan mengembangkan nuklir untuk pembangkit listrik," kata Schulte.Pemerintah AS, ujar Schulte, hanya menentang upaya Iran yang dicurigai memiliki agenda tersembunyi melalui program nuklirnya.Dunia Barat mencurigai Iran tengah memanfaatkan proses nuklirnya untuk secara diam-diam mengembangkan senjata atom. Namun negeri republik Islam itu berulang kali menegaskan bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi.
(ita/sss)











































