Bush Pilih Bogor Demi Kenyamanan dan Hindari Macet

Bush Pilih Bogor Demi Kenyamanan dan Hindari Macet

- detikNews
Selasa, 07 Nov 2006 19:05 WIB
Jakarta - Tiga kali Presiden AS berkunjung ke Indonesia. Dua kali Istana Bogor dipilih sebagai lokasi pertemuan Kepala Pemerintahan dan delegasi kedua negara. Kenyamanan masyarakat juga yang menjadi pertimbangan. "Kita tahu sendiri, kunjungan Presiden AS ke suatu negara selalu membawa dampak logistik yang luar biasa bagi masyarakat setempat," kata Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (7/11/2006). Dia mencontohkan situasi di Bali saat dikunjungi Bush pada 2003 silam. Ketika itu kemacetan terjadi hampir di seluruh Denpasar, Nusa Dua, Kuta dan sekitarnya sebagai akibat pengetatan pengamanan. Buntutnya, warga juga yang akhirnya mengomel akibat terganggu aktivitasnya. Berangkat dari pengalaman itulah, untuk kunjungan Presiden George W Bush pada 20 November 2006, kembali Istana Bogor yang dipilih sebagai lokasi penerimaan dan pertemuannya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Lokasi Istana Bogor yang cukup dekat dari mulut tol, merupakan kelebihan utamanya. Sebab distribusi logistik dan rombongan dapat berjalan lebih lancar. Sedangkan bila lewat jalur udara waktu tempuhnya pun hanya dalam bilangan menit."Dampak bagi masyarakat sekitarnya memang tetap ada, tetapi lebih minimal daripada kalau diadakan di Istana Negara atau Merdeka," sambung Dino. Menyinggung maraknya aksi unjuk rasa menolak kedatangan Bush, ditegaskan Dino sebagai negara demokratis Pemerintah RI menghormati setiap bentuk penyampaian ekspresi - menolak maupun mendukung - oleh warga negaranya secara terbuka. Tentu sepanjang aksi tersebut tidak menyimpang dari aturan berlaku atau menimbulkan gangguan keamanan."Tentunya pemerintah akan memperhatikan aspek pengamanan bagi tamu negara yang akan berkunjung. Itu adalah pertimbangan nomor satu bagi kita," ujarnya. (lh/asy)


Berita Terkait