Letkol dan Mayjen Setor Rp 1 M ke IBIST Bandung
Selasa, 07 Nov 2006 18:09 WIB
Bandung - Meski kehilangan uangnya sebanyak Rp 1 miliar yang disimpan di IBIST Consult, Letnan Kolonel Anton Sudiyono terlihat tenang. Tidak tampak kegelisahan di wajahnya. "Nitip ya data aku. Kalau ada informasi tolong cepat kabarin," ujar perwira di Sesko TNI ini saat menyerahkan data kepada beberapa polisi yang berjaga di kantor IBIST Consult, Jalan Mulya Sari I Keluharan Sukagalih Kecamatan Sukajadi, Bandung, Selasa (7/11/2006). Polres Bandung Barat memang membuka posko pengaduan dan meminta nasabah menuliskan identitas dan jumlah dana yang disetor. Menurut Anton, dirinya telah menjadi nasabah IBIST selama dua tahun. Karena merasa diuntungkan dengan penyertaan modal ini, dia menambah jumlah modal yang disetor. Sayangnya, dia enggan mengatakan berapa modal awal dan modal saat ini yang disetor. Berdasarkan lembar identitas yang sempat detikcom lihat, tercatat modal yang disetor letkol ini sebesar Rp 1.045.000.000. "Teman-teman saya yang di Sesko TNI juga banyak yang jadi nasabah. Banyak kok anggota TNI lainnya yang jadi nasabah ini, seperti dari Pussenif, Kodam III Siliwangi, Kodiklat," ungkap Anton. Anton menuturkan ketertarikannya menyimpan dana di IBIST karena anjuran temannya sesama TNI. Terlebih bunga yang dijanjikan cukup besar yaitu 4% sebulan. Sehingga jika dihitung-hitung setiap bulannya, letkol ini akan mendapatkan dana segar sebesar Rp 40 juta per bulan. Wow! "Saya sekarang baru akan cek ke rekening, karena biasanya setiap tanggal 5. Saya dapat kabar kalau ada masalah dari teman saya, makanya saya datang kesini," tuturnya. Setoran hingga Rp 1 miliar ini juga ternyata dilakukan oleh komandan tertinggi di salah satu kesatuan TNI yang ada di Bandung berpangkat mayor jenderal. Berdasarkan keterangan dari anggota di kesatuan tersebut, komandannya baru terdaftar menjadi nasabah beberapa hari lalu. "Beliau menyertakan modal Rp 1 miliar dan belum mendapatkan royalti satu kali pun karena baru kemarin-kemarin dia mendaftar nasabah," ujarnya yang meminta namanya tidak perlu disebut.
(nrl/nrl)











































