Slamet Gundono Akan Pentaskan 'Wayang Air'
Selasa, 07 Nov 2006 18:08 WIB
Solo - Dalang kontemporer asal Solo, Slamet Gundono, berencana mengusung lakon garapan berjudul 'Suluk Air 2'. Lakon tersebut akan berbicara tentang kegelisahannya tentang problem krisis air yang melanda bumi.Pementasan akan digelar di Taman Fatahillah Museum Wayang Jakarta, 10 November mendatang. Menurut Gundono, ide besar yang melatarbelakangi proses kreatif 'Suluk Air 2' itu adalah fenomena krisis air di masa mendatang. Bahkan saat ini bencana kekeringan telah dirasakan sebagian besar umat manusia."Sangat mungkin dalam 25 - 30 tahun ke depan akan terjadi krisis air yang akan berimbas pada konflik berkepanjangan atau bahkan terjadi peperangan berebut air yang tak berkeseudahan," ujar Gundono, Selasa (7/11/2006).Lakon itu diangkat dari petikan kisah Mahabarata tentang pengusiran Dewi dari Kahyangan oleh para dewa. Dia dianggap bersalah karena pakaiannya saat menari terlepas, tanpa diberi hak membela bahwa Dewa Bayu yang memiliki andil besar terjadinya perisriwa memalukan itu.Dewi yang terusir inilah yang akhirnya harus menerima kutukan sebagai penunggu sungai dan selanjutnya diperistri Prabu Santanu. Sang Dewi baru berhak kembali naik ke kahyangan setelah melakukan kerusakan, yakni membunuh delapan orang anak yang dilahirkannya.
(mbr/asy)











































