Kunjungan Bush Tak Bermanfaat
Selasa, 07 Nov 2006 16:08 WIB
Jakarta - Pro kontra kehadiran Presiden AS George W Bush ke Indonesia terus bergulir. Pimpinan DPR juga terpecah dalam menanggapi kedatangan Bush. Ada yang merespons positif dan negatif. Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif menilai kedatangan Bush tidak membawa manfaat bagi Indonesia."Kehadiran Bush ini hampir pasti tidak bermanfaat bagi bangsa dan negara. Karena itu jangan berlebihan," kata Zaenal di Gedung DPR, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (7/11/2006).Menurut Zaenal, kehadiran Bush selama ini sepanjang sejarah, belum pernah berdampak pada datangnya investor baru dari Amerika. "Investor yang ada hanya investor yang lama, seperti Exxon, Freeport, Caltex. Makanya jangan berlebihan, biasa saja," cetusnya.Zaenal menambahkan, seharusnya pemerintah bisa menghargai masyarakat Bogor, Jawa Barat yang akan dijadikan tempat lokasi pertemuan."Bukan seperti saat ini seperti menggusur pedagang kaki lima (PKL) dan membatasi aktivitas masyarakat dan mematikan jaringan telepon selama kunjungan Bush," pinta politisi PBR ini.Zaenal juga meminta Presiden SBY berani meminta peninjauan kembali kontrak-kontrak yang selama ini dijalankan antara Indonesia dan perusahaan Amerika. "Agar keadilan dan perimbangan keuntungan dapat dirasakan untuk kesejahteraan rakyat," katanya.Pandangan berbeda dilontarkan Ketua DPR Agung Laksono. Menurut dia, rencana kedatangan Bush ke Indonesia sebagai sesuatu yang patut dihormati."Sebagai tamu ya kita hormati. Tapi harus tahu diri, jangan merasa lebih tinggi dari tuan rumahnya," tukas Agung.Agung juga meminta pemerintah berani mengingatkan Bush terkait kebijakan yang tidak sesuai dengan kebijakan politik luar negeri Indonesia.
(ahm/sss)











































