Kesaksian Diragukan Hakim, Ibu Lidya Dikonfrontir dengan Tony
Selasa, 07 Nov 2006 16:05 WIB
Jakarta - Ibu artis Lidya Pratiwi, Vince Yusuf, berulang kali diingatkan hakim agar memberi kesaksian dengan benar. Kesaksian Vince yang berbeda dengan paman Lidya, Tony Yusuf, mengundang tanda tanya hakim. Kedua kakak adik ini pun dikonfrontir.Demikian yang mengemuka dalam sidang yang dipimpin Karel Tuppu di PN Jakarta Utara, Jalan Ancol Baru, Selasa (7/11/2006).Di awal sidang, Vince menolak disumpah saat memberikan kesaksian buat terdakwa kasus pembunuhan Naek Gonggom Hutagalung, Lidya. Vince beralasan Lidya adalah putrinya. Permintaan ini dikabulkan hakim.Vince pun memaparkan kronologi kejadian pembunuhan Naek pada 27 April 2006.Vince mengaku ditelepon oleh adik laki-lakinya, Tony, yang ingin meminjam uang. Lantaran hendak ke luar rumah, Vince dan Lidya pun bersedia mampir ke rumah Tony. Tony lantas meminta dikenalkan dengan teman Lidya untuk pinjam uang.Lidya bersedia menghubungi Naek Gonggom, temannya yang dirasa dapat meminjamkan uang untuk pamannya. Tony pun mengajak Vince dan Lidya ke Klender menjemput Sukardi, kawannya, pukul 19.00 WIB.Atas kesaksian itu, Karel lantas mengingatkan Vince untuk memberikan kesaksian dengan benar. Sebab, Tony dalam kesaksiannya mengaku menjemput Sukardi pukul 17.00 WIB."Saksi tidak tahu ya itu tujuan untuk menjemput apa?" tanya Karel."Tidak tahu, Pak Hakim," jawab Vince.Vince dan Tony lantas mengantar Lidya untuk bertemu Naek ke Plaza Senayan. Vince lantas diajak Tony ke Ancol. Namun mobil tiba-tiba dibelokkan ke One Club dan Tony mengajak Vince naik taksi."Anda tahu kenapa dibawa Tony ke sana?" tanya Karel lagi."Saya tidak tahu, Pak hakim. Tony bilang ikut saja, katanya mau sewa kamar," sahut Vince."Anda harus memberikan keterangan yang benar. Sebab saksi mengatakan yang sebaliknya. Kami tidak tahu siapa yang bohong, nanti kita konfrontir dengan terdakwa Tony," ujar Karel mewanti-wanti.Vince juga mengaku uang sewa kamar Rp 1 juta dari kantong Tony. Padahal dalam kesaksian sebelumnya, Tony mengaku Vince mengetahui semua rencana dan diberi Rp 1 juta oleh kakaknya untuk sewa kamar.Ibu Lidya ini juga mengaku Tony memberikan nomor PIN dan kartu ATM milik Naek.Kesaksian ini mengundang tanda tanya Karel."Anda kan kenal Naek, kenapa tidak katakan kenapa Naek memberi PIN dengan mudah?" cecar Karel."Saya tidak tahu Pak Hakim, saya diminta Tony untuk cek uangnya ada berapa. Saya ambil di ATM Wolter Manginsidi Rp 5 juta dan dari credit card Rp 2,75 juta. Komunikasi dengan Tony sebatas pengambilan uang saja," ujar Vince yang mengenakan kaos warna putih dan celana panjang warna hitam ini.Vince mengaku tidak tahu isi tas Tony dan alat-alat yang dibawa. Padahal Tony mengaku semua rencana diketahui Vince dan alat-alat untuk menghabisi Naek pun dibawa atas sepengetahuan kakaknya."Keterangan Anda beda dengan keterangan Tony, tetapi kami akan nilai. Saya ingatkan kembali, kami tidak mengintimidasi Anda, tetapi kami minta Anda bicara yang benar," kata Karel.Untuk mendapat kebenaran, Karel memutuskan Vince untuk dikonfrontir dengan Tony. Dia pun memerintahkan petugas pengadilan untuk memanggil terdakwa Tony yang berada di sel tahanan pengadilan.
(aan/nrl)











































