22 Waduk Kritis, Masa Tanam di Jateng Mundur

22 Waduk Kritis, Masa Tanam di Jateng Mundur

- detikNews
Selasa, 07 Nov 2006 15:41 WIB
Semarang - Hingga kini, hujan belum juga turun di sebagian besar wilayah di Jawa Tengah (Jateng). Akibatnya, 22 waduk dinyatakan kritis dan masa tanam pun mundur.Ke-22 waduk itu terdiri dari 15 waduk kecil atau embung dan 7 waduk sedang atau besar. Ke-15 waduk kecil yang mengalami kekosongan air berada di Solo dan Purwodadi, sedangkan tujuh waduk lainnya tersebar di sejumlah daerah lainnya.Kasubdin Eksploitasi dan Pemeliharaan Dinas Pengelolaa Sumber Daya Air (PSDA) Jateng Suhartono menyatakan, belum datangnya musim penghujan membuat waduk-waduk berkapasitas 100-200 ribu kubik dan digunakan untuk satu kali masa tanam itu kosong. Waduk-waduk yang kosong, antara lain Brambang, Brimbing, Ketro, Kembangan, Gebyar, Ngancar, Nawangan, Kedung Uling, Jetak, Banyu Uwung, dan Karang Joho. "Sedangkan waduk sedang dan besar, volumenya di bawah standar," katanya ketika dihubungi melalui ponselnya, Selasa (7/11/2006).Waduk sedang dan besar yang volumenya menyusut, antara lain Wadaslintang, Sempor, Klego, dan Kedung Ombo. "Dari tiga juta, kini volumenya tinggal satu juta kubik. Kalau tidak ada hujan, volumenya bisa terus menyusut," jelasnya.Akibat kritis volume air di sejumlah waduk, masa tanam petani mundur. Di sekitar Waduk Kedung Ombo, petani belum bisa menanam. Padahal jadwal semula, biasanya masa tanam dilakukan per 1 September. Hal serupa juga terjadi di sekitar Waduk Tanjung, Purwokerto. Masa tanam diundur hingga musim penghujan datang. Diperkirakan, hujan turun di Jateng bagian barat pada pertengahan November dan di bagian timur pada awal Desember."Kita sudah siapkan rencana pembuatan hujan buatan minggu ketiga Desember mendatang untuk daerah Wonogiri. Hal itu kita lakukan dengan (pemerintah) pusat dengan dana sebsar Rp1,6 miliar," kata Suhartono. (try/asy)


Berita Terkait