Wapres akan Luncurkan 12.000 Desa Siaga
Selasa, 07 Nov 2006 15:16 WIB
Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla akan meluncurkan 12.000 Desa Siaga dari 12 provinsi pada puncak Hari Kesehatan Nasional ke-42 pada 16 Desember 2006 di Lumajang, Jawa Timur. Desa Siaga ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat, terutama masyarakat desa, terhadap kesehatan. "Desa siaga ini juga untuk menghadapi ancaman masalah kesehatan seperti kurang gizi, penyakit menular, kejadian luar biasa, bencana, dan kesehatan," kata Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan, dr. Sri Astuti Suparmanto di kantor Depkes, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (7/11/2006). Selain itu, masalah tingginya angka kematian bayi sebanyak 26 dari 1.000 kelahiran serta angka kematian ibu 20 dari 100.000 kelahiran juga menjadi penyebab terbentuknya Desa Siaga ini. Tingginya angka kematian dan kesakitan, terutama di pelosok, disebabkan karena masalah kurangnya pengetahuan dan informasi masyarakat temtang kesehatan," kata Sri Astuti. Rencananya, tahun 2007 akan dibentuk 30 ribu Desa Siaga lagi. "Sehingga, pada tahun 2008, seluruh kabupaten di Indonesia memiliki desa siaga," kata Sri Astuti. Desa Siaga ini berasal dari poli kesehatan desa, yang memiliki 1 bidan dan 2 kader masyarakat yang telah dilatih tentang kesehatan. 12 Propinsi yang sudah memiliki Desa Siaga adalah, NAD, Sumut, Lampung, Sumbar, Bengkulu, Jabar, Jateng, Jatim, Kalbar, Kalteng, Sulteng, dan Sulsel. Dana untuk Desa Siaga ini diambilkan dari APBN sebesar Rp 18 miliar untuk 12 provinsi. "Dengan adanya Desa Siaga ini, masyarakat desa akan mudah mendapatkan akses kesehatan," kata Sri Astuti.
(asy/nrl)











































