Puluhan Warga Miskin Demo Panti Sosial Kedoya

Puluhan Warga Miskin Demo Panti Sosial Kedoya

- detikNews
Selasa, 07 Nov 2006 15:01 WIB
Jakarta - Puluhan warga miskin Jakarta berunjuk rasa di Panti Sosial Kedoya, Jakarta Barat. Mereka meminta rekan-rekannya yang terkena Operasi Yustisi Pemprov DKI dibebaskan.Puluhan warga miskin ini tiba di depan kantor Panti Sosial Kedoya, Jl Kembangan Raya, Jakarta Barat, Selasa (7/11/2006), sekitar pukul 14.00 WIB. Tanpa membuang waktu mereka langsung menggelar orasi."Kami minta teman-teman kami dibebaskan. Mareka bukan penjahat sehingga harus dipenjara di tempat ini," teriak Didi Rahmanto, jubir aksi warga miskin tersebut.Para demonstran juga menuntut agar Operasi Yustisi ditiadakan. Sebab kebijakan tersebut bertentangan dengan UUD 1945 dan HAM."Pemprov DKI juga harus memberikan ganti rugi terhadap teman-teman kami yang ditangkap. Sebab selama berada di sini mereka tidak bisa mencari nafkah," tukas Didi.Menanggapi tuntutan ini Kepala Panti Sosial Kedoya Asep Bunyamin mengatakan, Pemprov DKI belum menggelar Operasi Yustisi pasca-Lebaran 1427 Hijriah. Mereka yang berada di dalam panti ini adalah orang-orang yang ditangkap dalam operasi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Operasi selalu digelar secara rutin. "Jadi tuntutan tersebut salah alamat," kata Asep.Aksi para kaum miskin ini berjalan tertib. Karena jumlahnya yang relatif sedikit, demonstrasi ini tidak sampai membuat lalu lintas di Jl Kembangan Raya macet total. Sekitar seratusan petugas satpol PP terlihat memblokade pintu masuk Panti Sosial Kedoya.18 Kali Keluar MasukBagi sebagian gelandangan dan pengemis, Panti Sosial Kedoya merupakan tempat yang menyeramkan. Tapi tidak bagi Andi (16). Pemuda yang setiap hari bekerja sebagai joki 3 in 1 ini mengaku sudah akrab dengan tempat tersebut."Kalau dihitung-hitung, saya sudah 18 kali keluar masuk panti ini sejak tahun 2000. Terakhir saya ditangkap tahun 2004 kemaren. Jadi ya dah biasa deh," tutur Andi dengan gaya acuh tak acuh.Menurut Andi, banyak pengalaman tak menyenangkan yang diterimanya selama mendekam di Panti Sosial Kedoya. Selain tidak pernah ada pembinaan yang berarti, dia juga kerap diperlakukan kasar oleh petugas panti."Saya pernah ditempeleng dan dipukul. Mungkin karena mereka bosan kali ya lihat tampang saya," tutur Andi sambil senyum simpul.Andi mengaku dirinya bukan bagian dari pengunjuk rasa. Kedatangannya ke Panti Sosial Kedoya justru untuk membesuk ibunya yang juga mendekam di panti tersebut. Ibunya ditangkap petugas Satpol PP pada Senin 6 November 2006 saat berjualan minuman botol di Tanah Abang."Gara-gara ada demo ini saya malah jadi nggak bisa masuk ke dalam panti. Saya mau membesuk ibu. Saya bawa makanan dan duit buat ibu," kata Andi sambil menggandeng adiknya yang masih balita. Duh! (djo/sss)


Berita Terkait