Korban Penggusuran Parangtritis Ancam Tiduri DPRD Yogya

Korban Penggusuran Parangtritis Ancam Tiduri DPRD Yogya

- detikNews
Selasa, 07 Nov 2006 14:20 WIB
Yogyakarta - Sekitar 100 korban penggusuran Parangtritis, Bantul, berunjuk rasa di gedung DPRD DIY, Jalan Maliboro, Yogyakarta, Selasa (7/11/2006). Mereka mengancam meniduri gedung itu bila aspirasi mereka tidak direken.Massa berangkat dari Parangtritis menumpang dua bus dan puluhan motor. Sebelum ke kantor DPRD, mereka berorasi di Kraton Yogyakarta pukul 11.00 WIB. Mereka mengirimkan surat kepada Nitikismo, lembaga yang mengurusi tanah Kraton.Inti suratnya adalah mengadukan nasib mereka yang menjadi korban gusuran. Mereka digusur dengan tuduhan lahan yang mereka tempati adalah tanah milik Kraton. Setelah itu massa ke DPRD.Mereka membawa spanduk besar bertuliskan "Ngarso Dalem Kulo Nyuwun Keadilan lan Pengayoman" (Ngarso Dalem, saya minta keadilan dan perlindungan), "Idham Samawi bohong!" Idham Samawi adalah bupati Bantul. Massa yang sebagian besar ibu-ibu dan anak balita ini mengecam kebijakan Idham yang menggusur mereka demi kepentingan modal asing, mengingat bekas lahan yang mereka tempati akan disulap menjadi resort.Dalam orasinya, mereka meminta jika Idham tidak memperhatikan nasib mereka, mending mundur saja. "Usir Idham dari Parangtritis!" teriak massa.Massa mengadu ke DPRD karena menilai wakil rakyat selama ini bungkam pada penderitaan mereka. Padahal saat pemilu, mereka ikut coblosan. Tapi ketika mereka digusur, DPRD tidak peduli. "Itu pengkhianatan terhadap rakyat!" teriak orator.Bu Kloso, salah satu korban penggusuran, menceritakan penderitaannya. Penjual tikar ini dengan mata berkaca-kaca mengisahkan, saat ini dia punya 7 anak dan 4 cucu, Ketika penggusuran terjadi, dia sedang belanja ke pasar. "Pulang-pulang rumah saya sudah digusur," katanya.Bu Kloso mengaku tidak tahu harus pergi ke mana lagi. "Anak-anak saya masih sekolah dan sebentar lagi ujian," keluhnya.Anggota DPRD yang menemui massa hanya menjanjikan meneruskan tuntutan massa pada Bupati Bantul, tidak memberi solusi yang cespleng. Hingga pukul 14.00 WIB, massa masih bertahan di gedung DPRD. Mereka lesehan, makan siang dengan nasi kucing, dan tiduran. Mereka mengancam akan menduduki gedung DPRD bila aspirasi mereka diabaikan. (nrl/sss)


Berita Terkait