UKP3R dan Marsillam Perkecil Kekuasaan Golkar
Selasa, 07 Nov 2006 10:27 WIB
Jakarta - Dengan Marsillam Simandjuntak menjabat Ketua UKP3R, upaya Golkar untuk memperkuat kekuasaan semakin kecil. Tanpa Marsillam pun, lembaga baru itu sudah cukup menghambat usaha Golkar me-reshuffle kabinet."Bagi Golkar, lembaga UKP3R itu sendiri memperkecil upaya Golkar menduduki posisi penting. Kemudian ditambah lagi keberadaan Marsillam di sana," terang anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR Mahfud MD dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (7/11/2006). Reshuffle kabinet diperjuangkan Golkar untuk menambah kursi menteri dari Golkar di kabinet SBY. Namun usaha ini kandas karena SBY memilih untuk membentuk lembaga baru di luar kabinet.Menurut Mahfud, SBY membentuk lembaga baru karena pesimistis reshuffle kabinet dapat memperbaiki keadaan. "SBY tidak yakin keadaan menjadi baik dengan adanya reshuffle, karena reshuffle hanya bicara pergantian menteri," nilai Mahfud.Apalagi jika dilakukan reshuffle kabinet, SBY harus bernegosiasi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang memiliki kedudukan kuat di mata SBY. Menguatnya kedudukan JK terjadi sejak JK menjadi Ketua Umum Partai Golkar November 2004."Dengan JK menjadi ketua Golkar, JK dipandang SBY sangat kuat," ujar Mahfud.Jika saja JK bukanlah Ketua Umum Partai Golkar, Mahfud yakin ribut-ribut mengenai keberadaan UKP3R tidak akan terjadi. "Jika JK tidak terpilih sebagai Ketua Umum Golkar, tentu saja peristiwa yang begini tidak terjadi. Karena dulu saat dipimpin Akbar Tandjung, Golkar berada di pinggir kekuasaan," tandas Mahfud.
(aba/nrl)











































