Perampok Mobil ATM BCA PT Armorindo Bagi Jatah di Dekat UI

Perampok Mobil ATM BCA PT Armorindo Bagi Jatah di Dekat UI

- detikNews
Senin, 06 Nov 2006 18:05 WIB
Jakarta - Setelah berhasil merampok uang dari mobil ATM PT Armorindo, komplotan perampok yang berjumlah 9 orang langsung bagi-bagi 'jatah'. Tempatnya tak jauh dari lokasi pembuangan para korban di Kampus UI, yaitu di rumah kontrakan belakang Kampus UI.Rumah kontrakan tersebut adalah milik Sulistio Erawadi -- pemimpin operasi perampokan -- yang juga seorang anggota TNI AD, yang masih buron."Rata-rata untuk dua orang memperoleh 5 kotak uang," tutur Kasat Jatanras Polda Metro Jaya AKBP M Fadil di kantornya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (6/11/2006).Pembagian uang dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB, 8 Oktober 2006. Perampokan terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Semua uang hasil kejahatan dikeluarkan dari dalam karung.Kemudian kotak yang berisi uang, yang masing-masing kotak berisi Rp 500 juta, dihitung jumlahnya. Total terdapat 27 kotak dengan jumlah uang Rp 3,5 miliar. Pembagian uang dipimpin langsung 'komandan' Sulistio Erawadi.Setelah berkumpul, Erawadi pun memulai proses bagi-bagi jatah tersebut. Erawadi dan Yulinda Arifin alias Ipin memperoleh 5 kotak uang pecahan Rp 50 ribu. Tersangka Seno dan Nuryanto, memperoleh 5 kotak uang pecahan Rp 50 ribu.Tersangka Anwar Syarifudin alias Ayit dan Baharudin memperoleh 5 kotak dengan pecahan Rp 50 ribu. Sedangkan 3 kotak yang berisi uang pecahan Rp 100 ribu disusun dan dibagi rata.Adapun 9 kotak lainnya berisi pecahan Rp 50 ribu dibawa oleh Anwar Syarifudin dan akan dibagikan setelah situasi tenang. Setelah selesai membagi-bagikan uang panas itu, sekitar pukul 13.00 WIB, Sulistio Erawadi berangkat ke show room di Jalan Margonda Raya, Depok, untuk membeli 1 mobil Honda Jazz dan 1 mobil Honda Fit.Besoknya mereka membeli lagi 1 mobil Isuzu Panther di Tangerang. Pada 3 November 2006, 4 tersangka sudah tertangkap, yaitu Yulinda Arifin, Endang Syarifudin, Toni Sastra dan Sertu Armando.Sedangkan 5 tersangka lainnya, Anwar Syarifudin, Sulistio Erawadi, Nuryanto Seno, S alias K, dan B masih diburu polisi. (ahm/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads