SBY-Bush Tidak Bahas Kerja Sama Politik dan Militer
Senin, 06 Nov 2006 15:48 WIB
Jakarta - Presiden AS George Bush akan melawat Indonesia. Tempat yang dipilih Bush adalah Bogor. Di kota hujan ini, Bush akan menginjakkan kakinya selama 6 jam dan bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam pertemuan itu, SBY dan Bush tidak akan membahas masalah politik dan militer. "Membicarakan kerja sama yang bersifat mendasar, seperti penanganan bencana alam, flu burung dan pendidikan. Sama sekali tidak ada penekanan politik dan militer," kata Menhan Juwono Sudarsono di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/11/2006) saat ditanya mengenai agenda pertemuan SBY-Bush 20 November mendatang di Bogor.Menlu Hassan Wirajuda yang ditemui terpisah juga menguatkan pernyataan Juwono. Menurut Hassan, praktis sejak AS mencabut kebijakan embargo senjata, sudah tidak ada masalah lagi dalam kerja sama militer antara ke dua negara. Pelaksanaannya sendiri lebih tergantung pada kemampuan keuangan RI. "Jadi secara politis, tidak ada keperluan mendiskusikannya lebih lanjut," ujar Hassan. Ditambahkan dia, sejauh ini belum ada agenda tetap materi pembicaraan dua kepala pemerintahan. Pihak Indonesia sendiri akan lebih mengedepankan kerja sama dalam bidang yang tergolong soft power. "Kerja sama saling menguntungkan di perdagangan, investasi, pengentasan kemiskinan, pendidikan dan kesehatan," sambung dia. Berbagai persiapan untuk menyambut Bush saat ini terus dikebut oleh Pemerintah Kota Bogor. Pertemuan Bush-SBY akan digelar di Istana Bogor. Untuk keperluan pendaratan Bush, saat ini pembangunan dua helipad terus dikebut. Pemerintah Kota Bogor mempersiapkan anggaran Rp 6 miliar untuk menyambut Bush.
(lh/asy)











































