Thailand Selatan Berdarah Lagi, Sekolah Ditutup

Thailand Selatan Berdarah Lagi, Sekolah Ditutup

- detikNews
Senin, 06 Nov 2006 15:25 WIB
Bangkok - Pertumpahan darah terus terjadi di Thailand selatan. Karena situasi yang tidak aman, sekolah-sekolah di wilayah konflik itu terpaksa diliburkan.Penutupan sekolah ini dilakukan sehari setelah serangan bom yang mengguncang Provinsi Yala dan serangkaian aksi penembakan yang mengakibatkan enam orang tewas.Belum lagi aksi pembakaran sekolah yang menimpa empat sekolah di Yala, salah satu dari tiga provinsi yang terletak di Thailand selatan yang mayoritas penduduknya muslim."35 Sekolah seluruhnya di daerah ini ditutup selama sehari dikarenakan alasan keamanan," ujar Nopporn Makkongkaew, wakil kepala otoritas pendidikan Yala seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (6/11/2006).Pasukan keamanan Thai tengah bersiaga penuh menyusul rangkaian peristiwa kekerasan yang kembali terjadi di wilayah yang berbatasan dengan Malaysia itu.Pada Minggu 5 November lalu, bom berkekuatan besar meledak di Yala dan menewaskan dua tentara dan melukai tiga lainnya. Sebelumnya, empat orang tewas ditembak oleh pengendara mobil.Di Provinsi Narathiwat, tiga bom meledak bersamaan di dekat dua bar karaoke. Empat orang terluka dalam insiden itu.Keselamatan jiwa anak-anak di Thailand selatan belakangan ini terancam setelah tiga sekolah di Yala dibakar dan satu sekolah lagi dirusak pada Sabtu 4 November lalu.Kelompok separatis Melayu, ekstremis Islam dan komplotan penjahat dituding sebagai pelaku kekerasan yang nyaris setiap hari terjadi di Thailand selatan. Perdana Menteri baru Thailand Surayud Chulanont telah mengambil sejumlah langkah damai untuk menghentikan pertumpahan darah itu. Namun tetap saja, kekerasan tak kunjung berhenti. (ita/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads