Didarati Bush 20 November, Kebun Raya Bogor Bebenah
Senin, 06 Nov 2006 14:46 WIB
Bogor - Dalam kunjungan 6 jamnya ke Istana Bogor 20 November nanti, Presiden Bush akan mendarat di Kebun Raya Bogor (KRB). Dua landasan helikopter (helipad) pun dibangun. Selain helipad, pengelola KRB juga mempercantik setiap sudut kebun raksasa itu. Bebatuan di jalan kecil untuk pejalan kaki ditata lebih rapi. Pot-pot dicat ulang. Yang paling mencolok adalah kesibukan puluhan pekerja bangunan. Mereka tengah membangun dua helipad. Satu helipad sudah dipasangi pipa baja penyangga. Sedangkan satunya belum.Di helipad yang telah dipasangi baja saat ini tengah diuruk karena tanahnya landai. Helipad ini terletak di lapangan Taman Teratai. Sejumlah pekerja tampak mengecor pondasi helipad secara manual. Selain para buruh, tampak juga alat berat seperti mesin pengeruk, pengangkat plat baja dan buldozer perata tanah.Manajer proyek, Sujatmoko, menolak merinci proyek yang sedang ditanganinya. "Tanya ke bagian Istana Bogor saja, saya tidak berani jawab, takut jawab," elaknya saat ditemui detikcom, Senin (6/11/2006).Bagian Protokoler Istana Bogor juga tidak bersedia bicara. "Maaf, tidak komentar, tertutup," kata seorang petugas.Meski hari ini hari Senin, namun KRB tetap ramai dikunjungi wisatawan. Heti, warga Cianjur, mengaku sudah tahu Bush akan mendarat di KRB. "Saya tahu dari koran, itu untuk landasan heli untuk Bush kalau datang. Kalau untuk menghormati saja tidak apa-apa. Tapi kan masak tanaman dikorbankan," komentarnya. Irwan, mahasiswa dari Bandung, menilai, pembangunan helipad itu memang konsekuensi karena dekat dengan Istana Bogor. "Cuma ya itu, dari segi estetika kurang sreg. Lapagan sebagus ini, kayak permadani, diacak-acak," sesalnya.
(nrl/asy)











































