Guterres Hadirkan Saksi yang Dikabarkan Tewas

Guterres Hadirkan Saksi yang Dikabarkan Tewas

- detikNews
Senin, 06 Nov 2006 14:15 WIB
Jakarta - Sidang peninjauan kembali (PK) mantan Wakil Panglima Pejuang Integrasi Timtim Eurico Guterres mengajukan bukti baru (novum), yakni Eduardo de Jesus.Eduardo dikabarkan tewas dalam pembakaran rumah kakak eks Gubernur Timtim, Manuel Viegas Carrascalao saat terjadi chaos di Dili.Sebelumnya, menurut keterangan saksi Alfredo Sanches, Eduardo dikatakan tewas tertembak saat terjadi bentrokan 17 April 1999 di rumah Carrascalao.Namun dalam kesaksiannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gadjah Mada, Jakarta, Senin (6/11/2006), Eduardo mengatakan, Alfredo adalah temannya semasa di bangku SD dan mereka tinggal di kecamatan yang sama. "Tapi waktu itu saya tidak terlibat perkelahian karena saya melarikan diri," ujarnya.Dikatakan Eduardo, dia sama sekali tidak mengetahui ada orang lain yang namanya sama dengannya. "Setahu saya yang punya nama Eduardo de Jesus hanya saya sendiri," katanya.Dijelaskan Eduardo, saat itu dia berada di rumah Manuel Carrascalao karena dia diculik oleh 6 orang yang mambawa senjata klewang.Selain itu dihadirkan pula saksi bernama Boa Ventura. Dalam kesaksiannya, dia mengaku tidak pernah melihat Gutteres di tempat kejadian atau pun mendengar suara tembakan."Saya tidak pernah mendengar perintah untuk membakar rumah Carrascalao. Saya juga tidak tahu apakah ada orang yang dibakar hidup-hidup," tuturnya.Selain itu dihadirkan pula saksi ahli hukum pidana dari UI, Indiarto Senoaji. Indiarto mengatakan, ada keanehan dalam sidang HAM berat di Indonesia. Misalnya, bawahan yang bersalah tidak terlebih dahulu diajukan ke pengadilan."Jadi semua yang diajukan itu adalah para atasannya. Padahal menurut International Criminal Court (ICC) kalau bawahan terbukti bersalah, baru atasannya diajukan," kata dia.Usai sidang Guterres menyatakan sama sekali tidak merasa ternoda meski berada di LP Cipinang."Saya melakukan itu untuk Indonesiaku, bukan untuk Eurico. Sekali Merah Putih tetap Merah Putih. Saya tidak akan mengubah kewarganegaraan," kata Guterres yang mengenakan setelan jas hitam dengan pin bendera Merah Putih di dada kiri. (umi/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads