Antisipasi Wabah DBD, Rp 400 M Siap Digelontorkan
Senin, 06 Nov 2006 13:20 WIB
Jakarta - Musim penghujan datang, wabah demam berdarah dengue (DBD) kembali mengintai. Untuk mengantisipasi hal itu, pemerintah menyiapkan dana Rp 400 miliar."Kita siapkan Rp 300 miliar sampai Rp 400 miliar untuk kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dan rumah sakit gratis," kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (6/11/2006).Berdasarkan siklus yang terjadi selama ini, diperkirakan puncak demam berdarah akan berlangsung pada bulan Januari. Menurut data di Departemen Kesehatan, ada 7 kota yang masuk daftar rawan penyakit berbahaya yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypi ini."Kota-kota rawan DBD itu antara lain Jakarta, Palembang, Medan, dan Bali," tutur Siti Fadilah.Untuk mencegah banyaknya korban jiwa akibat demam berdarah, Siti Fadilah mengimbau pemda mendorong warganya masing-masing melakukan pencegahan. Salah satunya dengan menggiatkan gerakan 3 M, yakni menguras, menutup dan mengubur.Menguras. Kuraslah atau bersihkan bak mandi, drum, dan lain-lain sekurang-kurangnya seminggu sekali. Gantilah air di vas kembang, tempat minum burung, perangkap semut dan lain-lain sekurang-kurangnya seminggu sekali.Menutup. Tutuplah rapat-rapat tempat penampungan air, seperti tempayan, drum, dan lain-lain agar nyamuk tidak dapat masuk dan berkembang biak di tempat itu.Mengubur. Kubur atau buanglah pada tempatnya barang-barang bekas, seperti kaleng bekas, ban bekas, botol-botol pecah, dan lain-lain yang dapat menampung air hujan, agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Potongan bambu, tempurung kelapa, dan lain-lainnya bisa dibakar bersama sampah lainnya.
(djo/sss)











































